Gelombang Varian Delta di AS Mendekati Puncak

    M Sholahadhin Azhar - 16 September 2021 04:41 WIB
    Gelombang Varian Delta di AS Mendekati Puncak
    Ilustrasi/Medcom.id



    Washington: Gelombang virus korona varian delta di Amerika Serikat (AS) perlahan menuju puncak. Para ahli memperingatkan warga agar tidak berpuas diri dan berharap virus itu akan menjadi endemi.

    Menurut data dari Covid Act Now, rata-rata tujuh hari kasus harian pada Senin 13 September adalah 172.000. Angka itu merupakan tingkat tertinggi dari lonjakan kasus, bahkan ketika tingkat pertumbuhan melambat dan kasus sedang menurun di sebagian besar negara bagian.

     



    Baca: Kantor Dagang AS-Indonesia Kirim 1 Juta Alat Swab dan APD

    Tetapi lebih dari 1.800 orang masih sekarat setiap hari, dan lebih dari 100.000 tetap dirawat di rumah sakit karena covid-19 yang parah. Hal tersebut menjadi pengingat suram tentang tantangan yang dihadapi pihak berwenang dalam mendapatkan cukup banyak orang Amerika yang divaksinasi. Proses vaksinasi di AS memang dihadapkan pada banyak hal, termasuk informasi hoaks dan iklim politik yang terpolarisasi.

    Bhakti Hansoti, seorang profesor dalam pengobatan darurat di Johns Hopkins University dan ahli dalam perawatan kritis covid-19 mengatakan kepada AFP bahwa dia melihat AS mengikuti lintasan yang serupa dengan India. Negara-negara di Eropa Barat juga mengalami penurunan serupa di gelombang Delta mereka.

    "Tapi saat Hansoti menghela napas lega saat gelombang musim semi berakhir, "Aku agak ragu kali ini," kata dia, dikutip dari AFP, Kamis, 16 September 2021.

    “Kemungkinan munculnya varian yang lebih baru dan munculnya cuaca dingin yang mengarah ke lebih banyak sosialisasi di dalam ruangan dapat menyebabkan lonjakan lagi. Kecuali kita belajar dari pelajaran dari gelombang keempat,” tegas Hansoti, seperti dikutip AFP, Kamis 16 September 2021.

    Angela Rasmussen, seorang ahli virologi University of Saskatchewan di Kanada menambahkan bahwa dia tidak yakin gelombang keempat telah berakhir.

    "Jika Anda melihat gelombang musim gugur-musim dingin, ada periode di mana ada peningkatan eksponensial yang tajam, dan kemudian terlihat seperti sedang jatuh  dan kemudian akan ada peningkatan lagi,” sebut Rasmussen.

    Untuk memastikan tetap menurunnya angka dipertahankan, peningkatan jumlah orang yang divaksinasi dengan cepat sangat penting. Saat ini 63,1 persen populasi berusia di atas 12 tahun yang memenuhi syarat telah divaksinasi lengkap atau 54 persen dari total populasi.
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id