Populer Internasional: Embargo Myanmar hingga Gencatan Senjata Verbal Prancis-Turki

    Willy Haryono - 20 Juni 2021 10:48 WIB
    Populer Internasional: Embargo Myanmar hingga Gencatan Senjata Verbal Prancis-Turki
    Demonstran membakar barikade dalam upaya menghentikan kejaran pasukan keamanan di kota Yangon, Myanmar pada Jumat, 19 Maret 2021. (STR / AFP)



    New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam kudeta militer Myanmar dan menyerukan embargo senjata terhadap negara tersebut. Pernyataan tersebut menjadi salah satu berita terpopuler di kanal internasional Medcom.id pada Minggu, 20 Juni 2021.

    Dua berita terpopuler lainnya adalah seputar presiden terpilih baru Iran Ebrahim Raisi dan gencatan senjata verbal antara Prancis dan Turki.

     



    Berikut selengkapnya: 

    1. PBB Serukan Embargo Senjata terhadap Myanmar

    Seruan Majelis Umum PBB ini merupakan bagian dari sebuah resolusi yang didukung 119 negara dan hanya ditentang oleh Belarusia, Tiongkok, Rusia, dan India dengan 33 lainnya abstain.

    Pemungutan suara ini digelar di saat Dewan Keamanan PBB menggelar dialog informal mengenai kudeta Myanmar yang terjadi pada 1 Februari lalu.

    Apa sikap Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengenai situasi terkini di Myanmar? Cek selengkapnya di sini.

    2. Menlu Zarif Sebut Ebrahim Raisi adalah Presiden Baru Iran

    Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa Ebrahim Raisi adalah presiden terpilih baru Iran. Ia mengatakan semua orang di Iran kini harus bekerja bersama presiden baru.

    Pernyataan disampaikan Zarif meski badan elektoral Iran belum secara resmi mengumumkan hasil pilpres Iran. Sebelumnya, Presiden Hassan Rouhani juga telah menyampaikan ucapan selamat dan bertemu langsung dengan Raisi.

    Seperti apa sosok Raisi di mata Zarif? Cek selengkapnya di sini.

    3. Prancis Sambut Baik Gencatan Senjata Verbal dengan Turki

    Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian menyambut baik berakhirnya perang kata-kata antara negaranya dan Turki, yang selama ini terjadi atas berbagai isu kontroversial. Untuk langkah selanjutnya, Prancis mendorong Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk mengambil inisiatif nyata dalam memperbaiki hubungan kedua negara.

    Senin kemarin, Presiden Prancis Emmanuel Macron telah bertemu Erdogan di Brussels pada Senin kemarin. Pertemuan terjadi usai kedua negara bersitegang atas beragam isu.

    Apa pandangan Prancis mengenai situasi terkini terkait Turki? Cek selengkapnya di sini.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id