Anggota Partai Republik Mulai Banyak Beri Pengarahan kepada Biden

    Fajar Nugraha - 13 November 2020 07:13 WIB
    Anggota Partai Republik Mulai Banyak Beri Pengarahan kepada Biden
    Presiden terpilih Amerika Serika (AS) Joe Biden tidak disediakan pengarahan intelijen oleh Trump. Foto: AFP
    Washington: Sejumlah kecil namun terus bertambah dari Partai Republik mendukung seruan agar Presiden terpilih Joe Biden diberi pengarahan intelijen harian.

    Lindsey Graham, sekutu utama Donald Trump, termasuk di antara mereka yang mengatakan Biden harus mendapatkan memo presiden rahasia, seperti biasa dengan presiden yang akan datang.

    Baca: Kemenlu AS Cegah Joe Biden Akses Pesan dari Pemimpin Dunia.

    Tetapi sebagian besar Partai Republik di Kongres mendukung Donald Trump dalam menolak untuk mengakui kemenangan Biden. Kemenangan Biden dalam Pemilu disebut oleh media AS akhir pekan lalu tetapi beberapa penghitungan terus berlanjut.

    Donald Trump telah meluncurkan banyak tantangan hukum yang mengklaim penipuan pemilu yang meluas, meskipun timnya belum memberikan bukti apa pun.

    Pada Kamis 12 November 2020, Ketua DPR dari Partai Demokrat Nancy Pelosi mengatakan "sirkus yang tidak masuk akal”. Pelosi melihat Trump telah mengabaikan pandemi virus korona telah diabaikan, dan dia serta para pendukung Demokrat lainnya mendesak Partai Republik untuk "menerima kenyataan".

    Apakah Partai Republik terpengaruh?

    Harus ditekankan, sebagian besar anggota Partai Republik belum mengakui kemenangan Demokrat.

    Antara 10 dan 20 Parti Republik di Kongres sekarang telah memberi selamat kepada Biden atau menerima bahwa harus ada perpindahan ke transisi.

    Senator Demokrat Chris Coons mengatakan kepada CNN bahwa beberapa anggota Partai Republik telah memintanya untuk memberi selamat kepada Biden atas nama mereka, karena mereka merasa tidak dapat melakukannya secara terbuka.

    Senator Graham termasuk di antara mereka yang mengatakan Biden harus mendapatkan dokumen harian rahasia yang diberikan Presiden. Chuck Grassley, John Cornyn dan John Thune setuju, meskipun Pemimpin Minoritas DPR Kevin McCarthy mengatakan Biden ‘bukan presiden sekarang’ dan harus menunggu.

    Tetapi memberi Joe Biden akses ke briefing harian tidak sama dengan menerima Trump telah kalah. Namun, Gubernur Ohio, Mike DeWine yang juga dari Partai Republik, menyebut Biden sebagai presiden terpilih.

    Mengapa Partai Republik menahan diri

    Pemimpin Minoritas Senat dari Partai Demokrat Chuck Schumer mengatakan,”mereka sengaja meragukan pemilu kami tanpa alasan lain selain takut pada Donald Trump".

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id