Inggris Nyatakan Vaksin Covid-19 Pfizer dan AstraZeneca Manjur untuk Lansia

    Surya Perkasa - 02 Maret 2021 08:20 WIB
    Inggris Nyatakan Vaksin Covid-19 Pfizer dan AstraZeneca Manjur untuk Lansia
    Vaksinasi covid-19 yang dilakukan kepada tenaga kesehatan di Inggris. Foto: AFP



    London: Hasil studi di Inggris menyebutkan, vaksin covid-19 dari Pfizer-BioNTech dan Oxford-AstraZeneca ‘sangat efektif’ dalam mengurangi infeksi virus korona dan penyakit parah di antara warga lanjut usia (lansia) di Inggris. Hal ini sesuai dengan data resmi yang dikeluarkan Senin 2 Maret.

    Pada mereka yang berusia di atas 80 tahun, satu dosis dari kedua vaksin tersebut lebih dari 80 persen efektif dalam mencegah kebutuhan rawat inap di rumah sakit. Hal itu dipantau sekitar tiga hingga empat minggu setelah suntikan.






    Angka-angka tersebut berasal dari studi Public Health England berdasarkan dari data yang dikumpulkan sejak Januari. Prancis dan Jerman sedang mempertimbangkan untuk membatalkan penolakan mereka untuk mengesahkan vaksin AstraZeneca pada warga berusia di atas 65 tahun setelah kekhawatiran akan kemanjurannya.

    Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock memuji studi baru ini sebagai "kabar yang sangat baik".

    "Data rinci menunjukkan bahwa perlindungan yang Anda dapatkan dari tertular covid-19, 35 hari setelah suntikan pertama bahkan sedikit lebih baik. Ini data diterima dari suntikan Oxford dan Pfizer," kata Hancock, seperti dikutip The National, Senin 2 Maret 2021.

    “Kedua vaksin sangat efektif dalam mengurangi infeksi covid-19 di antara orang berusia 70 tahun ke atas,” ucap data penelitian tersebut.

    “Vaksin Pfizer-BioNTech menawarkan perlindungan terhadap penularan penyakit antara 57 dan 61 persen setelah dosis pertama, dengan vaksin AstraZeneca menawarkan antara 60 dan 73 persen,” pernyataan studi tersebut.

    "Ini menambah bukti yang berkembang yang menunjukkan bahwa vaksin bekerja untuk mengurangi infeksi dan menyelamatkan nyawa," ujar Mary Ramsay, kepala imunisasi Public Health England.

    "Penting untuk diingat bahwa perlindungan belum lengkap dan kami belum tahu seberapa besar vaksin ini akan mengurangi risiko Anda menularkan covid-19 kepada orang lain,” tegas Ramsay.

    Inggris telah memberikan dosis pertama dari salah satu dari dua vaksin kepada lebih dari 20 juta orang sebagai bagian dari kampanye massal yang dipandang penting dalam menjinakkan salah satu wabah terburuk di dunia.

    Prof Jonathan Van-Tam, wakil kepala petugas medis untuk Inggris, mengatakan hasil itu ‘membuktikan’ pendekatan Inggris. "Saya pikir pada waktunya data yang muncul dari program akan berbicara sendiri dan negara-negara lain pasti akan sangat tertarik," kata Prof Van-Tam.

    Inggris mengumumkan 104 kematian lagi pada Senin, dan 5.455 kasus baru, hampir setengah dari jumlah yang tercatat Senin lalu. Sementara Menkes Hancock menyebutkan jumlah pasian covid-19 yang dirawat ke unit perawatan intensif di antara orang-orang berusia di atas 80 telah turun menjadi satu angka dalam dua minggu terakhir.

    Inggris minggu depan akan mulai melepaskan lockdown ketiganya, dengan rencana untuk hidup kembali normal pada akhir Juni. Profesor Van-Tam pun menegaskan bahwa hasil terbaru menyoroti pentingnya setiap orang mendapatkan vaksinasi.

    "Ini menunjukkan kepada kita, memberi kita pandangan pertama, tentang bagaimana jika kita bersabar dan kita memberikan program vaksin ini waktu untuk mendapatkan efek penuh. Mudah-mudahan akan membawa kita ke dunia yang sangat berbeda, dalam beberapa bulan mendatang,” pungkasnya.


    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id