PBB Desak Israel Hentikan Penggusuran di Yerusalem Timur

    Willy Haryono - 08 Mei 2021 17:03 WIB
    PBB Desak Israel Hentikan Penggusuran di Yerusalem Timur
    Polisi Israel menggunakan meriam air dalam bentrok dengan masyarakat Palestina di Sheikh Jarrah, Yerusalem pada Jumat, 7 Mei 2021. (EMMANUEL DUNAND / AFP)



    Jenewa: Kantor Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) menyerukan Israel untuk menghentikan penggusuran paksa warga Palestina di Yerusalem Timur. Kantor HAM PBB menyebut rencana penggusuran tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggaran aturan internasional atau bahkan masuk kategori "kejahatan perang."

    Saat ini, terdapat delapan keluarga pengungsi Palestina di Yerusalem Timur yang terancam digusur paksa otoritas Israel atas gugatan dari sebuah organisasi pemukim Yahudi.

     



    "Anda semua sudah melihat di berita dalam beberapa hari terakhir ada ketegangan dan drama di area bernama Sheikh Jarrah, di mana warga Palestina memprotes rencana penggusuran," kata Rupert Colville, juru bicara Kantor HAM PBB, dikutip dari laman Yeni Safak pada Sabtu, 8 Mei 2021.

    Berbicara dalam sebuah konferensi pers, Colville mengatakan delapan keluarga pengungsi Palestina di Yerusalem Timur terancam digusur di tengah gugatan hukum organisasi bernama Nahalat Shimon.

    Empat dari delapan keluarga Palestina, lanjut Colville, terancam digusur dalam waktu dekat.

    "Penggusuran, jika diperintahkan dan diimplementasikan pengadilan, dapat melanggar kewajiban Israel di bawah hukum internasional," tutur Colville.

    Baca: Turki Desak Israel Hentikan Pembangunan Ilegal di Yerusalem Timur

    Ia mengutip sebuah survei Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) pada 2020, yang mengatakan bahwa setidaknya 218 keluarga Palestina di Yerusalem Timur, menghadapi kasus penggusuran.

    "Dan mayoritas dari kasus ini diinisiasi oleh sejumlah organisasi pendatang," sebut Colville. Ia menyebut sekitar 970 orang, termasuk 424 anak-anak, berisiko digusur dari Yerusalem Timur.

    "Mengenai peristiwa di Sheikh Jarrah dalam beberapa hari terakhir, kami ingin menekankan bahwa Yerusalem Timur masih menjadi bagian dari wilayah Palestina, di mana aturan kemanusiaan internasional berlaku," ungkapnya.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id