Obama Masih Kesal dengan Ucapan 'Kung Flu' Trump

    Willy Haryono - 30 Juni 2020 08:08 WIB
    Obama Masih Kesal dengan Ucapan 'Kung Flu' Trump
    Mantan Presiden AS Barack Obama. (Foto: AFP)
    Washington: Mantan presiden Amerika Serikat Barack Obama mengecam petahana Donald Trump yang menggunakan bahasa rasis "Kung Flu" saat mendeskripsikan virus korona (covid-19) dalam sebuah acara kampanye. Ucapan kontroversial tersebut ditujukan kepada Tiongkok, negara tempat pertama kalinya covid-19 muncul.

    "Saya tidak ingin ada seorang presiden Amerika Serikat yang secara aktif mendorong sentimen anti-Asia dan merasa tindakan tersebut lucu. Saya tidak menginginkan hal tersebut," ujar Obama, dikutip dari Xinhua, Selasa 30 Juni 2020.

    "Sampai sekarang ucapan (Kung Flu) itu masih tetap membuat saya kesal," sambungnya, dalam sebuah acara penggalangan dana untuk kandidat calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden.

    Trump telah dua kali menggunakan istilah rasis tersebut bulan ini, pertama dalam acara kampanye di Tulsa dan kedua di Arizona.

    Sejumlah pihak memperingatkan bahwa retorika rasis Trump yang menyalahkan Tiongkok atas kemunculan covid-19 dapat berujung pada meningkatnya pelecehan serta diskriminasi terhadap kelompok Asia Amerika.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumukan nama "Covid-19" pada Februari lalu. WHO menegaskan penamaan tersebut merupakan upaya agar penyakit tersebut tidak dikaitkan dengan negara, individu, atau kelompok masyarakat tertentu.

    Sebelumnya, Trump telah berulang kali menyebut covid-19 sebagai "virus Tiongkok" atau "virus Wuhan." Pernyataan tersebut memicu kecaman dari banyak pihak.

    "(Covid-19) ini memiliki banyak nama dibanding penyakit lainnya dalam sejarah. Saya dapat menamakannya kung flu. Saya dapat menamakannya dalam 19 nama berbeda," ujar Trump yang disambut tepuk tangan meriah para pendukungnya.
     
    Trump telah beberapa kali membela pengunaan kata-katanya terkait covid-19. Dalam sebuah konferensi pers gugus tugas covid-19 pada Maret lalu. ia mengatakan bahwa mengaitkan covid-19 dengan Tiongkok sama sekali bukan perbuatan rasis. "(Covid-19) memang berasal dari Tiongkok. Saya hanya ingin akurat," sebut Trump kala itu.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id