comscore

Korban Penembakan Massal di Texas Berada dalam Satu Kelas

Fajar Nugraha - 26 Mei 2022 09:27 WIB
Korban Penembakan Massal di Texas Berada dalam Satu Kelas
Polisi di lokasi penembakan massal di sekolah dasar di Texas, Amerika Serikat (AS). Foto: The New York Times
Uvalde: Sebanyak 19 anak dan dua guru yang dibantai di sebuah sekolah dasar Texas, Amerika Serikat (AS) berada di satu kelas. Pelaku bersenjata berusia 18 tahun itu membarikade dirinya sendiri, saat penembakan di sekolah paling mematikan dalam hampir satu dekade terjadi kembal.

“Polisi mengitari Robb Elementary di Uvalde, Texas, memecahkan jendela dalam upaya untuk mengevakuasi anak-anak dan staf,” kata juru bicara Departemen Keamanan Publik Texas Chris Olivarez kepada CNN, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis 26 Mei 2022.
Petugas akhirnya menerobos ruang kelas dan membunuh pria bersenjata itu, yang diidentifikasi sebagai Salvador Ramos yang berusia 18 tahun.

Baca: Pelaku Penembakan Sekolah di Texas Sempat Posting Foto Senjata di Instagram.

“Ramos mulai mengamuk dengan menembak neneknya di rumah. Dia kemudian pergi ke sekolah terdekat di mana dia menabrakkan mobilnya dan memasuki gedung dengan mengenakan perlengkapan taktis dan membawa senapan,” kata pihak berwenang.

Neneknya selamat tetapi dalam kondisi kritis. Penyelidik berharap dia bisa menjelaskan motif penembakan itu.

Beberapa anak juga terluka, Olivarez mengatakan kepada Fox News, meskipun dia tidak memiliki jumlah pasti.

Serangan itu, yang terjadi 10 hari setelah seorang supremasi kulit putih yang diakui menembak 13 orang di sebuah supermarket di lingkungan sebagian besar kulit hitam di Buffalo, mendorong Presiden Joe Biden untuk menyerukan undang-undang keamanan senjata yang lebih ketat dalam pidato utama kepada rakyat Amerika.

"Sebagai sebuah bangsa, kita harus bertanya kapan kita akan berdiri menghadapi lobi senjata. Kapan kita melakukan apa yang semua tahu perlu dilakukan," kata Biden.

Biden memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang setiap hari sampai matahari terbenam pada hari Sabtu untuk memperingati tragedi itu.

“Saya muak dan lelah karenanya. Kita harus bertindak,” kata Biden, seorang tokoh Partai Demokrat, tanpa mengusulkan undang-undang khusus.

Tetapi prospek undang-undang tetap redup di Washington. Hampir semua Partai Republik di Kongres menentang pembatasan baru terhadap senjata. Mereka berlindung atas jaminan Konstitusi AS tentang hak untuk memanggul senjata.

Baca: Heroik! 2 Guru SD di Texas Korbankan Nyawa Demi Lindungi Murid.

Para pemimpin dunia mengungkapkan keterkejutan dan simpati. Paus Fransiskus pada Rabu mengatakan dia "patah hati" dengan penembakan di Texas dan menyerukan diakhirinya "perdagangan senjata tanpa pandang bulu".

Amukan Texas berdiri sebagai penembakan sekolah paling mematikan sejak seorang pria bersenjata menewaskan 26 orang, termasuk 20 anak-anak, di Sekolah Dasar Sandy Hook di Connecticut pada Desember 2012.

Uvalde, sebuah komunitas jauh di wilayah negara bagian Hill Country sekitar 130 km sebelah barat San Antonio, memiliki sekitar 16.000 penduduk, hampir 80 persen dari mereka Hispanik atau Latino, menurut data Sensus AS.

"Kami adalah komunitas kecil dan kami membutuhkan doa Anda untuk membantu kami melewati ini," Hal Harrell, pengawas distrik sekolah, mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa, suaranya bergetar karena emosi.

Dua anggota staf yang tewas diidentifikasi sebagai Eva Mireles dan Irma Garcia, guru kelas empat yang bekerja di kelas yang sama.

Mireles, yang suka berlari dan mendaki, memiliki seorang putri dewasa dan seorang suami yang bekerja sebagai polisi di sekolah. Garcia, yang bekerja di sekolah itu selama lebih dari dua dekade, memiliki empat anak.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id