comscore

Evakuasi Tepat Waktu, Pabrik Tempat Berlindung WNI Kabarnya Dibom Rusia

Marcheilla Ariesta - 18 Maret 2022 22:07 WIB
Evakuasi Tepat Waktu, Pabrik Tempat Berlindung WNI Kabarnya Dibom Rusia
Para WNI yang berhasil dievakuasi dari Chernihiv, Ukraina./Dok. Kemenlu RI
Warsawa: Para WNI yang terjebak di Chernihiv bersembunyi di bunker pabrik tempat mereka bekerja. Kabarnya, pabrik mereka bekerja terkena bom serangan udara Rusia di Chernihiv.

Namun, kondisi para WNI aman, dan kini mereka telah berhasil keluar dari Ukraina. Iskandar, salah satu WNI yang dievakuasi dari Chernihiv mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah Indonesia yang telah membantu evakuasinya bersama delapan orang rekan lainnya.
"Kita benar-benar merasa frustasi karena (serangan) tidak berhenti-henti. Kita merasa sudah dekat dengan maut," kata Iskandar dalam jumpa pers Kementerian Luar Negeri secara virtual, Jumat, 18 Maret 2022.

Namun, katanya, dia merasa bersyukur karena tim evakuasi selalu dari KBRI Kiev dan Kementerian Luar Negeri selalu mendampingi dan memberi dukungan. Dia juga mendapat nasihat dan masukan sehingga tidak merasa sendiri.

"Empat hari terakhir memang betul-betul luar biasa," katanya.

Baca juga: Alhamdulillah, Seluruh WNI di Ukraina Berhasil Dievakuasi

Ia menceritakan kondisi di Chernihiv empat hari terakhir tanpa listrik dan air. "Kemarin, kami dapat kabar pabrik kami sudah kena bom di belakangnya. Sebelumnya itu tempat kami bersembunyi," tuturnya.

"Alhamdulillah, terima kasih, mungkin sudah ditakdirkan kalau kita (keluar) untuk evakuasi. Kalau tidak, mungkin tidak terhindar dari musibah itu," ujarnya.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengumumkan bahwa para WNI di kota Chernihiv sudah berhasil dievakuasi. Butuh waktu 22 hari dari sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari lalu, untuk melakukan evakuasi.

Saat ini, masih ada 23 WNI dan sembilan staf esensial KBRI di Ukraina. Para WNI ini memilih untuk tidak dievakuasi dengan alasan keluarga - mereka menikah dengan orang Ukraina.

Sesuai dengan peraturan saat ini, laki-laki Ukraina berusia 18-60 tahun dilarang meninggalkan negara. Mereka menunggu untuk wajib militer dalam rangka membantu pasukan keamanan menghalau invasi Rusia ke Ukraina.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id