Evakuasi WNI di Kapal Grand Princess Terkendala Cek Kesehatan

    Marcheilla Ariesta - 19 Maret 2020 16:55 WIB
    Evakuasi WNI di Kapal Grand Princess Terkendala Cek Kesehatan
    Kapal pesiar Grand Princess tempat ABK WNI bekerja terkena imbas korona. Foto: AFP
    Jakarta: Kementerian Luar Negeri RI berencana untuk memulangkan para warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai awak kapal Grand Princess yang berlabuh di California, Amerika Serikat (AS). Sayangnya, rencana pemulangan terkendala dengan cek kesehatan para ABK tersebut.

    Baca: 57 ABK WNI di Kapal Grand Princess Secara Umum Sehat.

    Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengatakan, sejak awal Pemerintah Indonesia telah meminta otoritas Amerika Serikat untuk melakukan tes kesehatan. Hal itu perlu dilakukan untuk memastikan WNI awak kapal tersebut sehat dan bebas dari virus korona covid-19.

    "Namun sampai saat terakhir, surat kesehatan tersebut tidak dapat diberikan sehingga proses pemberangkatan jadi terhambat," kata Judha dalam jumpa pers Kemenlu yang dilangsungkan virtual di Jakarta, Kamis 19 Maret 2020.

    Judha menambahkan KJRI San Francisco bekerja sama dengan KJRI Los Angeles dan KBRI Washington DC langsung melakukan koordinasi dengan otoritas setempat. Mereka ingin memastikan warga Indonesia tersebut mendapat perlakukan baik di atas kapal.

    Saat ini, kata Judha, kapal Grand Princess dalam proses desinfektan atas permintaan RI. Dia menuturkan pemerintah meminta tiga hal kepada perusahaan agar WNI awak kapal tersebut tetap sehat.

    "Jadi ada tiga permintaan kita, pertama kapal di desinfektan, kemudian satu kru disiapkan satu kamar, dan informasi yang kami terima permintaan tersebut sudah dilakukan," tutur Judha.

    "Lalu kita juga minta agar setiap kru kita di kapal tersebut tidak bekerja," imbuhnya.

    Menurut Judha, permintaan tersebut sudah dilakukan pihak manajemen kapal. Bahkan, untuk membuat para awak kapal nyaman selama masa karantina, perusahaan memberikan kabin penumpang yang dilengkapi dengan berbagai macam fasikitas, seperti bebas wifi, internet, tv kabel, dan juga Netflix.

    "Jadi prosesnya, dalam waktu sehari ke depan, proses desinfektan akan selesai. Kemudian akan ada proses karantina selama 14 hari di dalam kapal. Setelah itu kita harapkan, setelah proses karantina selesai, mereka bisa pulang kembali ke Indonesia," pungkasnya.

    Sebanyak 57 anak buah kapal asal Indonesia, bekerja di kapal Grand Princess yang kini berlabuh di California. Kapal pesiar ini tengah berlayar dari Hawaii menuju San Fransisco ketika hasil tes 46 orang penumpang pada Rabu 4 Maret 2020, menunjukkan ada gejala terinfeksi virus korona.

    Sehari setelahnya, helikopter militer menurunkan tes kit untuk mengambil sampel uji kesehatan yang akan dianalisis di laboratorium negara.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id