Trump Sebut Sudan dan Israel akan Normalisasi Hubungan

    Willy Haryono - 24 Oktober 2020 07:05 WIB
    Trump Sebut Sudan dan Israel akan Normalisasi Hubungan
    Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
    Washington: Sudan akan menormalisasi hubungan dengan Israel. Pengumuman disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang sebelumnya telah berjanji mencabut Sudan dari daftar negara pendukung terorisme.

    Mengumumkan rencana normalisasi, Trump mengatakan "setidaknya lima negara" Arab lainnya menginginkan perjanjian normalisasi hubungan dengan Israel.

    Pemerintah Sudan, Israel, dan juga AS mengeluarkan pernyataan gabungan mengenai normalisasi ini. Ketiganya menyebut bahwa delegasi masing-masing negara akan bertemu "dalam beberapa pekan ke depan."

    Ketiga negara akan mendiskusikan isu pertanian, penerbangan, dan keimigrasian. Tanggal pasti pertemuan tersebut belum diumumkan.

    "Para pemimpin menyepakati normalisasi hubungan antara Sudan dan Israel untuk mengakhiri permusuhan antar kedua negara," ujar pernyataan gabungan, dilansir dari laman BBC pada Sabtu, 24 Oktober 2020.

    Yordania menandantangani perjanjian damai dengan Israel di tahun 1994, dan Mesir melakukannya pada 1979. Mauritania, negara anggota Liga Afrika Arab, mengakui Israel di tahun 2009 namun memutus hubungan 10 tahun kemudian.

    Bertambahnya jumlah negara Arab yang menormalisasi hubungan dengan Israel telah mendapat kecaman dari Palestina, yang menilainya sebagai sebuah pengkhianatan terhadap perjuangan mendirikan negara independen.

    Secara historis, negara-negara Arab menetapkan syarat normalisasi dengan Israel jika Tel Aviv bersedia menarik diri dari wilayah pendudukan era perang 1967 dan jika Palestina sudah mendirikan negara berdaulat dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

    Tak lama usai Trump memproses pencabutan Sudan dari daftar negara pendukung terorisme, awak media di Washington dibawa ke Oval Office. Di sana, presiden menelepon Perdana Menteri Israel dan juga Sudan.

    PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa rencana normalisasi dengan Sudan adalah "terobosan dramatis untuk perdamaian" dan juga dimulainya sebuah "era baru."

    Sementara PM Sudan Abdalla Hamdok berterima kasih kepada Trump atas pencabutan negaranya dari daftar pendukung terorisme. Ia mengatakan, Pemerintah Sudan berusaha "menjalin hubungan internasional demi kesejahteraan rakyat."

    Baca:  PM Sudan Berterima Kasih kepada Trump Terkait Daftar Teror

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id