Pemilu AS Tidak Hanya Pilih Presiden

    Fajar Nugraha - 27 Oktober 2020 07:10 WIB
    Pemilu AS Tidak Hanya Pilih Presiden
    Pemilu Amerika Serikat tidak hanya memperlihatkan pertarungan Joe Biden dan Donald Trump. Foto: AFP
    Washington: Ketika rakyat Amerika Serika (AS) mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) pada 3 November nanti, pemilihan presiden akan menjadi daya tarik utama. Namun, pemilu di Amerika Serikat memberikan kesempatan pada pemilih untuk turut menentukan lebih banyak hal lainnya.

    Pertarungan di Pilpres AS bukan hanya antara Donald Trump melawan Joe Biden. Tetapi cakupannya jauh lebih besar dari kedua tokoh itu.

    Para pemimpin akan dipilih di tingkat federal, negara bagian, dan lokal. Keputusan kebijakan juga akan langsung dipilih di dalam sistem pemungutan suara, yang mendukung warga di banyak negara bagian untuk memutuskan hal yang mempengaruhi kehidupan mereka.

    Tak hanya presiden

    Tahun ini di tingkat federal, rakyat AS akan memilih seorang Presiden AS, 35 anggota Senat AS, dan semua anggota Dewan Perwakilan Rakyat AS yang memiliki hak suara 435 orang.

    Seorang senator dapat menjabat selama enam tahun, sehingga dalam setiap siklus pemilu sekitar sepertiga dari 100 kursi akan dipilih melalui pemungutan suara. Setiap kursi anggota DPR dipilih dalam pemilu setiap dua tahun, pada tahun genap.

    Pada tingkat negara bagian, 11 gubernur siap untuk dipilih pada tahun ini, dan juga lebih dari 5.000 kursi legislatif negara bagian.

    “Apa yang dilakukan Presiden sehari-hari tidak memengaruhi kehidupan masyarakat di bagian pemerintah lokal dan negara bagian,” kata Stella Rouse, seorang profesor ilmu pemerintahan di University of Maryland dan direktur Center for Democracy and Civic Engagement.

    “Sebagian besar Undang-Undang yang dilakukan pada tingkat negara bagian. Itu pembangunan pemilihan umum pada tahun ini sangat penting,” sebut Rouse, dikutip dari Share America.

    Selain itu, anggota legislatif negara bagian yang baru terpilih akan ikut serta dalam pembinaan kembali batas wilayah yang menentukan distrik Kongres. Ini adalah perubahan setiap 10 tahun (berdasarkan sensus yang dilakukan 10 tahun sekali) yang dapat menguntungkan satu partai atau yang lain.

    “Oleh karena itu pihak yang mengendalikan lembaga legislatif negara bagian amatlah penting,” kata profesor hukum di Cornell University, Josh Chafetz.

    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id