Erdogan Ingin Perkuat Hubungan dengan AS yang Dipimpin Biden

    Willy Haryono - 21 Februari 2021 20:04 WIB
    Erdogan Ingin Perkuat Hubungan dengan AS yang Dipimpin Biden
    Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat berbicara di Ankara pada 10 Februari 2021. (Adem ALTAN/AFP)



    Ankara: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa negaranya ingin "memperkuat" kerja sama dengan Amerika Serikat yang kini dipimpin Presiden Joe Biden. Erdogan ingin mendorong berbagai bidang kerja sama yang saling menguntungkan Turki dan AS.

    "Kami ingin lebih memperkuat kerja sama dengan pemerintahan baru Biden dengan berbasis win-win untuk jangka panjang," kata Erdogan dalam sebuah pesan video dalam acara peluncuran saluran televisi.




    "Belakangan ini, kita semua telah menjalani sebuah proses yang telah menguji persahabatan antara Turki dan Amerika," lanjut dia, dikutip dari laman Yeni Safak pada Minggu, 21 Februari 2021.

    Menurut Erdogan, Turki dan AS sebenarnya memiliki beberapa kepentingan yang sama dan sejalan terlepas dari berbagai "perbedaan pendapat" untuk sejumlah isu.

    Dalam pernyataannya, Erdogan kembali menyinggung mengenai kematian 13 warga Turki dalam operasi melawan kelompok militan Partai Pekerja Kurdi di Irak utara. Iran menuduh PKK sebagai dalang di balik pembunuhan, sementara AS mengaku masih akan mengonfirmasinya terlebih dahulu.

    Erdogan merasa pernyataan AS, meski mengecam kematian 13 warga Turki, kurang kuat karena tidak ditujukan langsung kepada PKK. Selama ini, Turki menganggap PKK sebagai sebuah organisasi teroris.

    Baca:  AS Kecam Kematian 13 Warga Turki di Irak Utara

    Minggu pekan kemarin, jasad 13 warga Turki ditemukan di sebuah gua di wilayah Gara, Irak utara. Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan 13 orang tersebut dieksekusi dari jarak dekat oleh PKK.

    Kematian 13 warga Turki terjadi saat berlangsungnya operasi bertajuk Claw Eagle 2.

    Hubungan AS dengan PKK relatif kompleks. Turki menganggap PKK teroris, namun grup tersebut telah membantu Pasukan Demokratik Suriah dan militer AS dalam mengalahkan kelompok militan Islamic State (ISIS) di Suriah.
     
    Konflik antara Turki dan PKK telah berlangsung selama hampir 40 tahun. Ketegangan antar kedua pihak terkadang menguji hubungan Turki dengan AS.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id