Kondisi Kian Memburuk, Alexei Navalny Dipindahkan ke Rumah Sakit

    Willy Haryono - 20 April 2021 07:08 WIB
    Kondisi Kian Memburuk, Alexei Navalny Dipindahkan ke Rumah Sakit
    Seorang petugas berjaga di luar sebuah bangunan yang dikabarkan sebagai rumah sakit di kompleks penjara kota Vladimir, Rusia pada 19 April 2021. (Dimitar DILKOFF / AFP)



    Moskow: Tokoh oposisi Alexei Navalny, yang saat ini sedang melakukan aksi mogok makan di pekan ketiga, dipindahkan ke rumah sakit di sebuah penjara lain. Pemindahan dilakukan usai tim dokter mengatakan bahwa Navalny "bisa meninggal dalam hitungan hari" jika tidak segera mendapat perawatan medis.

    Menurut keterangan pengacara Alexei Liptser, Navalny dipindahkan dari penjara di Moskow ke sebuah rumah sakit penjara di Vladimir, sebuah kota yang berjarak sekitar 180 kilometer dari ibu kota.

     



    "Kemarin, kondisi dia benar-benar tidak baik. Setelah melihat hasil tes dan kondisi kesehatannya secara menyeluruh, ia pun dipindahkan ke sini," kata Liptser, dilansir dari laman AFP pada Senin, 19 April 2021.

    "Pada malam hari, kondisinya semakin memburuk," sambung dia.

    Liptser mengaku sempat bertemu tatap muka dengan Navalny pada Senin kemarin. Ia mengatakan Navalny tetap melanjutkan aksi mogok makan, meski "secara umum kondisinya benar-benar buruk," tutur Liptser.

    Baca:  Kepada Rusia, AS Peringatkan 'Konsekuensi' Jika Alexei Navalny Meninggal

    Navalny melakukan aksi mogok makan agar otoritas penjara Rusia bersedia merawat sakit punggung dan kakinya secara lebih baik. Ia mengklaim selama ini mendapat perlakuan buruk di penjara.

    Pria 44 tahun itu, dikenal sebagai kritikus keras Presiden Rusia Vladimir Putin, dijebloskan ke penjara atas tuduhan kasus penggelapan.

    Layanan lembaga pemasyarakatan Rusia FSIN baru mengumumkan pemindahan Navalny pada Senin pagi. Dalam pernyataan FSIN disebutkan bahwa Navalny sudah sepakat untuk menerima terapi vitamin. Liptser belum dapat mengonfirmasi apakah Navalny memang sudah menyetujui hal tersebut.

    Sebelumnya, tim dokter Navalny mengatakan bahwa kondisi sang tokoh oposisi benar-benar buruk, yang terlihat dari tingginya level potasium dalam tubuh. Menurut para dokter, kondisi semacam itu bisa memicu serangan jantung atau gagal ginjal.

    "Pasien kami dapat meninggal sewaktu-waktu," tulis ketua tim dokter Navalny, Dr Yaroslav Ashikhmin, via Facebook pada Sabtu kemarin.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id