Ilmuwan Chile Selidiki Potensi Mutasi Covid-19 di Patagonia

    Fajar Nugraha - 09 Oktober 2020 11:25 WIB
    Ilmuwan Chile Selidiki Potensi Mutasi Covid-19 di Patagonia
    Gelombang kedua pandemi covid-19 mengancam Chile. Foto: AFP
    Santiago: Para ilmuwan di Chile sedang menyelidiki kemungkinan mutasi virus korona baru di Patagonia selatan. Wilayah ini yang sangat jauh di dekat ujung benua Amerika Selatan.

    Chile saat ini menghadapi gelombang infeksi kedua yang luar biasa menular dalam beberapa pekan terakhir.

    Baca: Mutasi Covid-19 yang Mematikan Dominasi Penularan di AS.

    Dr Marcelo Navarrete dari Universitas Magallanes mengatakan bahwa para peneliti telah mendeteksi ‘perubahan struktural’ pada lonjakan virus berbentuk mahkota yang khas itu. Dia mengatakan, penelitian sedang dilakukan untuk lebih memahami potensi mutasi dan pengaruhnya terhadap manusia.

    "Satu-satunya hal yang kami ketahui hingga saat ini adalah bahwa ini bertepatan dalam ruang dan waktu dengan gelombang kedua yang cukup intens di wilayah tersebut," kata Navarrete, seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat 9 Oktober 2020.

    Wilayah Magallanes di Chile sebagian besar merupakan hutan belantara terpencil yang dipenuhi gletser yang dipenuhi dengan kota-kota kecil dan pusat regional Punta Arenas. Wilayah ini mengalami kasus lonjakan covid-19 pada September dan Oktober setelah gelombang pertama awal tahun ini.

    Rumah sakit mendekati tingkat hunian penuh di wilayah yang terkena dampak paling parah. Pejabat kementerian kesehatan Chile mengatakan mereka telah mulai mengevakuasi warga yang sakit dari wilayah tersebut ke ibu kota, Santiago.

    Studi lain di luar Chile juga menunjukkan bahwa virus korona dapat berevolusi saat beradaptasi dengan inang manusianya. Sebuah studi pendahuluan yang menganalisis struktur virus setelah dua gelombang infeksi di kota Houston, AS, menemukan bahwa jenis yang lebih menular mendominasi sampel baru-baru ini.

    Navarrete mengakui mutasi serupa telah diamati di tempat lain. Tetapi dia menambahkan, isolasi relatif dan iklim yang keras di wilayah Magallanes yang terkenal dingin dan berangin mungkin telah menambah dampaknya.

    "Beberapa dari variabel ini seperti dingin, angin, dikaitkan dengan tingkat penyebaran yang lebih tinggi di dunia," ucap Navarrete.

    Para ilmuwan mengatakan mutasi dapat membuat virus lebih menular tetapi tidak selalu membuatnya lebih mematikan. Mutasi juga tidak serta merta menghambat keefektifan vaksin potensial.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id