comscore

Pernah Kritik Ukraina Masuk NATO, eks Kanselir Jerman Sebut Tidak Perlu Minta Maaf

Marcheilla Ariesta - 08 Juni 2022 07:17 WIB
Pernah Kritik Ukraina Masuk NATO, eks Kanselir Jerman Sebut Tidak Perlu Minta Maaf
Eks Kanselir Jerman Angela Merkel tidak akan minta maaf pernah bernegosiasi dengan Putin./AFP
Berlin: Mantan kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, dia tidak perlu meminta maaf, saat dia membela kebijakan detente dengan Rusia. Ia melakukannya saat masih menjabat.

Merkel (67) bersikeras bahwa dia tidak naif dalam berurusan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Diplomasi tidak salah hanya karena tidak berhasil," katanya di atas panggung di teater Berlin, dalam wawancara yang disiarkan di saluran berita Phoenix, dikutip oleh The National, Rabu, 8 Juni 2022.

Merkel mengingat dukungannya atas sanksi ekonomi terhadap Rusia setelah aneksasi Krimea pada 2014. Ia juga ingat upaya Jerman dan Prancis untuk menjaga proses perdamaian Minsk untuk Ukraina tetap hidup.

"Saya tidak perlu menyalahkan diri sendiri karena tidak berusaha cukup keras," katanya. 

"Saya tidak melihat bahwa saya harus mengatakan 'itu salah', dan itulah mengapa saya tidak perlu meminta maaf," sambung dia.

Merkel sering bertemu dengan Putin selama empat masa jabatannya. Ia juga memperjuangkan pendekatan pragmatis berbasis perdagangan terhadap Moskow yang membuat Jerman sangat bergantung pada impor energi Rusia.

Baca juga: Putin Ancam Serang 'Target Baru' Jika Ukraina Terima Rudal Jarak Jauh

Merkel mengatakan, invasi pada 24 Februari ke Ukraina yang dilakukan Rusia telah menjadi 'titik balik'.

"Tidak ada pembenaran apa pun untuk perang agresi yang brutal dan ilegal," tutur Merkel, seraya menambahkan bahwa Putin telah membuat kesalahan besar.

Namun, dia membantah kritik bahwa memblokir Ukraina agar tidak bergabung dengan NATO pada 2008 merupakan kesalahan. Negara itu pada saat itu belum siap, kata Merkel, dan dia ingin menghindari eskalasi lebih lanjut dengan Putin, yang sudah marah tentang ekspansi aliansi militer ke arah timur.

Dia mengatakan, pakta perdamaian Minsk 2014-2015, yang sekarang compang-camping, kemudian dilihat sebagai cara terbaik untuk mengakhiri pertempuran di Ukraina timur antara separatis pro-Rusia dan tentara Kiev.

Meskipun tidak pernah sepenuhnya berhasil, "Proses perdamaian membawa ketenangan yang memberi Ukraina tujuh tahun ekstra untuk berkembang sebagai negara dan memperkuat militernya," kata Merkel.

Menurutnya, saat ini banyak pujian atas perlawanan Ukraina yang banyak dipuji terhadap invasi pasukan Rusia.

"Keberanian dan semangat yang mereka perjuangkan untuk negara mereka sangat mengesankan," ucapnya. Ia menyuarakan penghormatan tertinggi untuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Tetapi dia mengatakan tidak ada cara untuk menghindari berurusan dengan Putin, karena Rusia, seperti halnya Tiongkok, terlalu besar untuk diabaikan. "Kita harus menemukan cara untuk hidup berdampingan terlepas dari semua perbedaan kita," pungkas Merkel.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id