comscore

Pertama Kali, Kasus Covid-19 Prancis Capai 100 Ribu Per Hari

Medcom - 27 Desember 2021 09:51 WIB
Pertama Kali, Kasus Covid-19 Prancis Capai 100 Ribu Per Hari
Warga Prancis melakukan tes untuk mengetahui infeksi covid-19. Foto: AFP
Paris: Prancis telah mencatat lebih dari 100 ribu infeksi covid-19 dalam satu hari untuk pertama kalinya. Rawat inap pun telah berlipat ganda selama sebulan terakhir.

Dilansir dari NBC News, Senin, 27 Desember 2021, Layanan Kesehatan Regional Prancis (ARS) melaporkan, lebih dari 1 dari 100 warga di wilayah Paris, Prancis telah dites positif covid-19 dalam seminggu terakhir.
Hal tersebut dikarenakan varian Omicron yang menyebar cepat, mempersulit upaya pemerintah Prancis dalam mencegah penguncian baru. Sebagian besar infeksi baru terkait dengan varian tersebut.

Seorang pakar pemerintah setempat memprediksi, Omicron akan menjadi varian dominan di Prancis dalam beberapa hari mendatang. Omicron diketahui sudah dominan di Inggris, tepat di seberang Selat.

Sementara itu, lonjakan infeksi varian Delta dalam beberapa bulan terakhir mendorong penerimaan rumah sakit di Prancis, dan menempatkan Unit Perawatan Intensif (ICU) di bawah tekanan lagi selama liburan Natal. 

Sebanyak lebih dari 1.000 orang di Prancis yang terinfeksi meninggal selama seminggu terakhir. Angkanya membuat jumlah kematian total di Prancis meningkat lebih dari 122 ribu.

Pemerintah Presiden Prancis, Emmanuel Macron disebut mengadakan pertemuan darurat pada Senin, untuk membahas langkah selanjutnya dalam mengatasi covid-19.

Beberapa ilmuwan dan pendidik telah mendesak untuk menunda kembalinya sekolah pasca-liburan, atau menyarankan untuk memberlakukan kembali jam malam.
 


Namun, Menteri Pendidikan Prancis, Najat Vallaud-Belkacem mengatakan, sekolah harus dibuka seperti biasa pada 3 Januari.  Wanita berusia 44 tahun tersebut meminta, pejabat pemerintah lainnya bekerja untuk menghindari sejumlah langkah yang akan menghancurkan pemulihan ekonomi negara.

Sebaliknya, pemerintah Prancis berharap vaksinasi yang ditingkatkan akan cukup. Pemerintah mendorong Rancangan Undang-Undang (RUU), yang mengharuskan vaksinasi untuk memasuki semua restoran dan banyak tempat umum.

Alih-alih, sistem izin kesehatan saat ini yang memungkinkan orang menghasilkan tes negatif atau bukti pemulihan, jika mereka tidak divaksinasi.


Eropa terapkan pengetatan

Di negara tetangga, Belgia, pemerintah diketahui memberlakukan langkah-langkah baru mulai Minggu. Mereka  memerintahkan sejumlah tempat budaya, seperti bioskop dan gedung konser ditutup.

Beberapa tempat menentang larangan tersebut, dimana ribuan penampil, penyelenggara acara, dan lainnya berdemonstrasi guna menentang keputusan tersebut di Brussel pada Minggu.

Mereka membawa papan bertuliskan “Pertunjukan Harus Dilanjutkan” atau “Tidak Ada Budaya Tidak Ada Masa Depan.” Mereka juga menuduh pemerintah Belgia menerapkan standar ganda karena mengizinkan pasar Natal, dengan keramaian dan tradisi minum anggur tetap buka bersama dengan restoran dan bar.

Bahkan, komite ilmiah yang menasihati Pemerintah Belgia tidak meminta penutupan industri budaya. Ahli Virologi, Marc Van Ranst merenungkan bahwa, di Belgia, “gluhwein mengalahkan budaya”.

Sementara itu, di Belanda, pemerintah telah melangkah lebih jauh dari kebanyakan negara Eropa. Mereka menutup semua toko, restoran, dan bar yang tidak penting serta memperpanjang liburan sekolah dalam penguncian baru sebagian.

Di Inggris, dimana varian Omicron telah dominan selama berhari-hari, persyaratan pemerintah sebagian besar bersifat sukarela dan lebih ringan daripada yang ada di benua itu. 

Namun, pemerintah Konservatif Inggris mengatakan dapat memberlakukan pembatasan baru setelah Natal. Inggris dilaporkan telah mencapai angka tertinggi baru, dengan 122.186 infeksi harian pada Jumat, tetapi tidak melaporkan angka untuk Natal.

Skotlandia, Wales, dan, Irlandia Utara memberlakukan pembatasan baru untuk bersosialisasi pada Minggu, terutama membatasi jumlah pertemuan, tindakan yang digambarkan oleh industri restoran, pub, dan klub malam sebagai hal yang menghancurkan secara ekonomi. (Nadia Ayu Soraya)


(FJR)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id