comscore

Ukraina Latih Warga Sipil untuk Bersiap Hadapi Invasi Rusia

Medcom - 28 Desember 2021 13:36 WIB
Ukraina Latih Warga Sipil untuk Bersiap Hadapi Invasi Rusia
Warga sipil Ukraina berlatih menggunakan senjata api. (AFP)
Kiev: 'Pasukan Rusia' menyergap tentara cadangan yang menggunakan kamuflase di area hutan di luar Kiev, Ukraina. Sementara 'pasukan Ukraina' membalasnya dengan tembakan dari senapan replika Kalashnikov. Granat asap tiruan meledak di sekitar mereka.

Itu merupakan salah satu peristiwa dalam latihan yang dilakukan sekelompok warga sipil Ukraina dalam mengantisipasi serangan Rusia. Mereka menilai latihan semacam itu penting demi membela tanah air.

 



"Saya meyakini bahwa setiap orang di negara ini perlu tahu mengenai apa yang harus dilakukan jika musuh datang menyerang," kata mahasiswa berusia 19 tahun, Daniil Larin, saat beristirahat sejenak dari latihan, dilansir dari AFP, Selasa, 28 Desember 2021.

Larin adalah satu dari sekitar 50 warga sipil Ukraina yang berkendara dari Ukraina ke bekas pabrik aspal era Uni Soviet untuk berlatih. Mereka ingin mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu terjadi invasi Rusia.

Puluhan warga sipil telah bergabung dengan tentara cadangan Ukraina dalam beberapa bulan terakhir. Naiknya angka tentara cadangan ini terjadi di tengah kekhawatiran Rusia tengah berencana untuk meluncurkan serangan berskala besar.

Militer Ukraina, dengan total mencapai kisaran 215 ribu tentara, telah memerangi separatis pro-Rusia di dua wilayah sejak 2014. Konflik berkepanjangan itu telah merenggut lebih dari 13 ribu nyawa.

Rusia berulang kali membantah hendak menginvasi Ukraina. Namun Presiden Rusia Vladimir Putin tidak mengesampingkan respons militer, jika Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang dipimpin AS memperluas pengaruhnya ke arah timur, termasuk ke wilayah Ukraina.

Baca:  10 Ribu Lebih Prajurit Rusia Kembali ke Markas Usai Latihan Dekat Ukraina

Larin mengatakan, pasukan cadangan Ukraina yang jumlahnya bertambah menjadi sekitar 100 ribu anggota telah belajar "cara mengoperasikan senjata, berperilaku di medan pertempuran, dan mempertahankan kota."

Dokter berusia 51 tahun, Marta Yuzkiv, percaya bahwa tentara Rusia "jauh lebih unggul" dibanding Ukraina. Risiko terjadinya invasi berkekuatan penuh dari Rusia merupakan alasan yang "cukup kuat" bagi warga Ukraina untuk bergabung ke tentara cadangan.

"Jika semua warga siap membela tanah air mereka, maka kita akan memiliki peluang (untuk mengalahkan Rusia)," ujar Yuzkiv.

Sejak bergabung pada April lalu, saat Rusia pertama kali mengerahkan sekitar 100 ribu tentara di perbatasan Ukraina, Yuzkiv telah berlatih selama beberapa jam setiap akhir pekan. Ia berlatih menyediakan obat-obatan taktis, menembakkan senapan otomatis, dan menjaga pos pemeriksaan.

Walau militer Ukraina memberinya seragam militer, ia memakaiuangnya sendiri untuk membeli helm, jaket anti peluru, dan kacamata taktis. Para peserta pelatihan adalah bagian dari batalion cadangan yang dibentuk untuk melindungi Kiev jika sewaktu-waktu terjadi serangan besar terhadap ibu kota Ukraina. (Nadia Ayu Soraya)

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id