PM Inggris Serukan Investigasi Kasus Keracunan Kritikus Putin

    Willy Haryono - 26 Agustus 2020 19:05 WIB
    PM Inggris Serukan Investigasi Kasus Keracunan Kritikus Putin
    PM Inggris Boris Johnson. (Foto: AFP)
    London: Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengikuti langkah Amerika Serikat dan Uni Eropa dalam menyerukan "investigasi menyeluruh dan transparan" terhadap dugaan kasus keracunan yang dialami pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny. Kritikus keras Presiden Rusia Vladimir Putin itu jatuh koma usai meminum teh yang diduga kuat telah dibubuhi racun.

    Tim dokter di sebuah rumah sakit di Jerman mendeteksi adanya zat beracun di dalam tubuh Navalny.

    "Serangan racun terhadap Alexei Navalny telah mengguncang dunia. Inggris berdiri dalam solidaritas bersama Navalny dan juga keluarganya. Kami membutuhkan investigasi menyeluruh dan transparan mengenai apa yang sebenarnya terjadi," tulis PM Johnson di Twitter.

    "Para pelaku kejahatan ini harus dimintai pertanggungjawaban, dan Inggris akan bergabung dengan usaha internasional dalam memastikan keadilan ditegakkan," sambungnya, dilansir dari The National, Rabu 26 Agustus 2020.

    Pernyataan PM Johnson disampaikan beberapa hari usai sejumlah anggota parlemen Inggris menandatangani sebuah surat yang mengancam akan diambilnya langkah hukum, kecuali jika pemerintah Inggris menjalankan investigasi penuh terkait dugaan intervensi Rusia dalam referendum Uni Eropa.

    Sejumlah anggota parlemen berpendapat, "minimnya tindakan" oleh PM Johnson terhadap Rusia dapat mengancam keberlangsungan pemilu atau referendum di Inggris. Sebelumnya pada Juli lalu, Komite Intelijen dan Keamanan Inggris menyimpulkan bahwa pemerintahan PM Johnson tidak berusaha menginvestigasi dugaan intervensi Rusia dalam referendum UE.

    Saat ini Navalny masih dirawat di rumah sakit Charite di Berlin. Sebelumnya, kelompok Cinema for Peace menerbangkan Navalny dari sebuah rumah sakit di Siberia menuju Jerman pada Sabtu kemarin.

    RS Charite mengatakan, "kesehatan (Navalny) masih relatif buruk, namun saat ini tidak ada bahaya akut yang mengancam jiwanya."

    Selasa kemarin, juru bicara pemerintah Rusia membantah semua tuduhan yang menyebutkan adanya keterlibatan Kremlin dalam kasus keracunan Navalny.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id