Tiongkok Bertekad Capai 'Netralitas Karbon' Sebelum 2060

    Willy Haryono - 23 September 2020 11:02 WIB
    Tiongkok Bertekad Capai 'Netralitas Karbon' Sebelum 2060
    Presiden Xi Jinping terlihat di sebuah layar monitor saat menyampaikan pidato secara virtual di Sidang Majelis Umum PBB, Selasa 22 September 2020. (AFP)
    New York: Tiongkok memperkirakan puncak emisi akan terjadi sebelum tahun 2030, dan netralitas karbon pada 2060. Demikian disampaikan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pidato virtual di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat, Selasa 22 September.

    Pengumuman Xi dipandang sebagai langkah signifikan Tiongkok dalam perang melawan perubahan iklim. Tiongkok adalah penyumbang karbon dioksida terbesar di dunia, yang bertanggung jawab atas 28 persen emisi global.

    Dengan tertundanya negosiasi iklim global, dan konferensi COP26 juga ditunda hingga 2021, tidak ada ekspektasi besar dalam isu tersebut dalam Sidang Majelis Umum PBB tahun ini.

    Namun, Xi mengejutkan PBB dengan membuat pernyataan berani mengenai rencana Tiongkok dalam mengatasi masalah emisi karbon. Ia menyerukan semua negara untuk mencapai "pemulihan hijau"  bagi perekonomian dunia di tengah pandemi virus korona (covid-19).

    "Kami memperkirakan emisi CO2 akan menyentuh puncaknya sebelum 2030, sementara netralitas karbon akan tercapai sebelum 2060," ucap Xi dalam pidato via video, menurut terjemahan resmi PBB.

    Selama ini Tiongkok mengatakan puncak emisi akan tercapai pada 2030, namun cenderung menghindari komitmen terhadap sasaran-sasaran jangka panjang.

    Emisi dari Tiongkok terus meningkat pada 2018 dan 2019, bahkan saat banyak negara di dunia mulai beralih dari penggunaan bahan bakar fosil.

    Meski pandemi covid-19 telah membuat tingkat emisi Tiongkok menurun sebanyak 25 persen, angkanya kembali meningkat pada Juni lalu karena berbagai perusahaan yang menggunakan batu bara kembali beroperasi.

    Sejumlah pengamat meyakini Xi membicarakan target emisi dalam Sidang Majelis Umum PBB karena AS cenderung tidak mau menyinggung isu seputar perubahan iklim.

    "Janji iklim Xi Jinping di PBB, disampaikan beberapa menit usai Presiden AS Donald Trump, sudah jelas merupakan langkah berani yang sudah diperhitungkan dengan baik," sebut Li Shuo, seorang pakar kebijakan iklim Tiongkok dari Greenpeace Asia.

    "Hal tersebut mendemonstrasikan kepentingan Xi dalam mengangkat agenda iklim demi tujuan geopolitik," sambungnya.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id