Mikrofon Kandidat akan Dimatikan Bergilir dalam Debat Presiden AS

    Willy Haryono - 20 Oktober 2020 09:25 WIB
    Mikrofon Kandidat akan Dimatikan Bergilir dalam Debat Presiden AS
    Debat perdana pilpres AS antara Donald Trump dan Joe Biden berlangsung di Cleveland, Ohio, Selasa 29 September 2020. (AFP)
    Washington: Untuk menghindari kekacauan seperti dalam debat pertama, Komisi Debat Presiden Amerika Serikat (CPD) akan mematikan mikrofon salah satu kandidat saat kandidat lainnya sedang berbicara dalam debat terakhir pada 22 Oktober mendatang. CPD menyebut, penerapan kebijakan baru ini bertujuan agar masing-masing kandidat, Donald Trump dan Joe Biden, dapat berbicara tanpa interupsi.

    Dilansir dari laman Sputnik pada Selasa, 20 Oktober 2020, nantinya Trump dan Biden diberi kesempatan dua menit untuk berbicara per topik tanpa adanya gangguan. Setelah satu kandidat selesai berbicara, maka mikrofon kandidat lainnya akan kembali dinyalakan untuk memberikan respons atas pernyataan sebelumnya.

    Sebenarnya CPD sudah mengatur mengenai larangan interupsi saat berbicara. Namun dalam debat pertama, kedua kandidat -- terutama Trump -- sama-sama mengabaikan sepenuhnya aturan tersebut.

    Acara debat perdana bulan lalu mendapat reaksi negatif dari banyak kalangan di AS. Banyak dari mereka mengecam moderator Chris Wallace yang dinilai gagal menghentikan hujan interupsi antara Trump dan Biden.

    Debat ketiga pada Kamis mendatang sebenarnya adalah yang kedua, karena acara pada 15 Oktober telah dibatalkan karena Trump menolak format virtual. Kala itu juga Trump dikhawatirkan masih terinfeksi virus korona (covid-19).

    Trump dan tim kampanyenya telah beberapa kali mengkritik CPD atas jalannya debat pada pilpres tahun ini. Partai Republik menilai CPD lebih condong mendukung Biden ketimbang Trump.

    Sebelumnya, manajer kampanye Trump, Bill Stepien, menuduh Biden berusaha keras "menghindari percakapan mengenai catatan kebijakan luar negeri" dan juga menuding CPD berusaha melindungi capres Demokrat tersebut.

    "Komisi (Debat Presiden) yang pro-Biden telah mengubah musim debat kali ini menjadi lelucon. Itulah mengapa publik sudah kehilangan kepercayaan terhadap objektivitasnya," tulis Stepien.

    Ia menegaskan seharusnya kebijakan luar negeri dijadikan salah satu topik dalam debat terakhir antara Trump dan Biden.

    Baca: Kubu Trump dan Biden Saling Serang soal Topik Debat Terakhir

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id