Pfizer Kembangkan Booster untuk Atasi Varian Baru Covid-19

    Willy Haryono - 27 Januari 2021 11:03 WIB
    Pfizer Kembangkan <i>Booster</i> untuk Atasi Varian Baru Covid-19
    Vaksin covid-19 yang dikembangkan Pfizer bersama BioNTech. (AFP)



    Washington: Perusahaan Pfizer bersama BioNTech mengaku sedang mengembangkan sebuah suntikan booster untuk memperkuat keampuhan vaksin mereka dalam mengatasi varian baru virus korona (covid-19). Pengembangan ini dilakukan di tengah bermunculannya varian baru covid-19 di sejumlah negara, termasuk Inggris, Afrika Selatan, Brasil, dan juga Filipina.

    "Kami sudah menggarap dasar-dasar (pengembangan booster) untuk merespons dengan cepat jika sebuah varian SARS-CoV-2 mampu menghindari imunitas yang terbentuk oleh vaksin kami," sebut Pfizer, dilansir dari laman Asia One pada Rabu, 27 Januari 2021. Pfizer menggunakan nama ilmiah covid-19, pada Selasa, 26 Januari 2021.






    Namun, Pfizer-BioNTech menegaskan bahwa pengembangan booster ini masih berada dalam tahap awal, dan belum dibicarakan dengan sejumlah regulator kesehatan. Kabar mengenai pengembangan booster ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg News.

    Senin kemarin, perusahaan Moderna mengaku hendak menguji coba sebuah booster untuk mengatasi varian baru covid-19 asal Afsel. Hasil studi menunjukkan bahwa antibodi yang dihasilkan vaksin Moderna dapat lebih cepat hilang jika menghadapi varian Afsel dibanding jenis lainnya.

    Baca:  Vaksin Moderna Terlihat Efektif Atasi Varian Baru Covid-19

    Sementara itu di Amerika Serikat, tambahan kasus covid-19 dalam beberapa hari terakhir didominasi varian baru. Presiden Joe Biden pun mendorong percepatan vaksinasi covid-19 dengan menggunakan vaksin Pfizer dan Moderna.

    Dalam pernyataan terbarunya, Biden mengatakan bahwa AS telah memesan tambahan 200 juta vaksin covid-19. Ia mengatakan nantinya vaksin yang dimiliki AS cukup untuk memvaksinasi 300 juta warga pada akhir musim panas atau awal musim gugur.
     
    Tambahan 100 juta vaksin covid-19 dipesan dari perusahaan Pfizer, sementara 100 juta lainnya dari Moderna. Vaksin dari dua perusahaan itu sudah mendapat izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

    "Belum ada di tangan kita, tapi sudah dipesan," kata Biden. "Kami berharap tambahan 200 juta dosis vaksin ini tiba pada musim panas," lanjut dia.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id