Raul Castro Mundur dari Kepemimpinan Partai Komunis Kuba

    Willy Haryono - 17 April 2021 08:03 WIB
    Raul Castro Mundur dari Kepemimpinan Partai Komunis Kuba
    Raul Castro melambaikan tangannya dalam sebuah acara di Havana, Kuba pada 20 Desember 2019. (YAMIL LAGE / AFP)



    Havana: Raul Castro mengaku mengundurkan diri dari jabatan pemimpin Partai Komunis Kuba, mengakhiri kepemimpinan keluarganya selama lebih dari enam dekade. Castro, 89, mengatakan kepada kongres partai bahwa ia menyerahkan kepemimpinan ke generasi muda yang "penuh dengan hasrat dan semangat anti-imperialis."

    Penerus Castro akan ditentukan lewat pemungutan suara di hari terakhir kongres Partai Komunis Kuba.






    Pengunduran diri Castro, yang memang sudah diprediksi banyak orang, mengakhiri era kepemimpinan formal Raul dan dan saudaranya, Fidel, yang dimulai sejak revolusi 1959.

    "Saya sangat meyakini kekuatan dari para kompatriot saya semua," ucap Raul kepada delegasi partai di Havana, dikutip dari laman BBC pada Sabtu, 17 April 2021.

    Meski Raul tidak mendukung seorang penerus, sejumlah pihak meyakini kepemimpinan partai akan diserahkan kepada Miguel Diaz-Canel, tokoh yang menjadi presiden Kuba di tahun 2018.

    Dengan mundurnya Raul, ini artinya untuk kali pertama dalam enam dekade, dunia politik Kuba tidak akan dipimpin keluarga Castro secara formal.

    Raul telah menjadi sekretaris jenderal partai sejak menggantikan kakaknya, Fidel, di tahun 2011. Fidel Castro telah memimpin revolusi komunis yang menggulingkan pemerintahan Kuba pada 1959, saat Raul masih menjadi salah satu komandannya.

    Fidel menjadi pemimpin Kuba hingga jatuh sakit pada 2006, dan dua tahun setelahnya, menyerahkan kekuasaan kepada Raul. Fidel Castro meninggal pada 2016.

    Sebagai pemimpin, Raul Castro mempertahankan gaya komunis satu partai. Ia sempat membawa Kuba lebih dekat dengan Amerika Serikat antara 2014 dan 2016, termasuk dialog bersejarah dengan Barack Obama di tahun 2016.

    Namun ketegangan memburuk saat AS berada di bawah kepemimpinan Donald Trump, yang cenderung memperkuat sanksi terhadap Kuba.

    Baca:   AS Nyatakan Kuba sebagai Negara Pendukung Terorisme

    Presiden AS saat ini, Joe Biden, bertekad melonggarkan sejumlah sanksi Trump terhadap Kuba. Namun Gedung Putih mengatakan bahwa perubahan kebijakan seputar Kuba bukan salah satu prioritas Biden.

    Dalam kongres pada Jumat kemarin, Raul mengatakan bahwa Kuba bersedia "mengembangkan dialog terhormat" dengan AS. Namun ia menegaskan Kuba tidak akan bersedia membuat "konsesi" terkait "idealisme dan kebijakan luar negeri."

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id