comscore

Mantan Menlu AS yang Bantu Akhiri Perang Dingin Meninggal

Willy Haryono - 08 Februari 2021 07:24 WIB
Mantan Menlu AS yang Bantu Akhiri Perang Dingin Meninggal
Mantan Menlu AS George Shultz saat berada di Senat AS pada 29 Januari 2015, (Jim WATSON/AFP)
California: George Shultz, mantan menteri luar negeri Amerika Serikat yang secara signifikan membentuk kebijakan luar negeri AS di akhir abad ke-20, meninggal dunia di usia 100 tahun. Organisasi Hoover Institution mengonfirmasi bahwa Shultz meninggal di kediamannya di Stanford, California pada Sabtu kemarin.

Shultz menjalankan berbagai peran di bawah kepemimpinan tiga presiden dari Partai Republik -- Dwight Eisenhower, Richard Nixon and Ronald Reagan.
Di bawah Reagan, Shultz menghabiskan sebagian besar era 1980-an untuk mencoba memperbaiki hubungan dengan Uni Soviet.

Hoover Institution, tempat Shultz bekerja usai tak lagi menjadi pejabat publik, mengatakan bahwa sang negarawan merupakan tokoh penting "dalam mengubah arah sejarah dengan menggunakan diplomasi untuk mengakhiri Perang Dingin."

"Kolega kami adalah seorang negarawan Amerika yang luar biasa dan juga seorang patriot sejati," kata Direktur Hoover Institution Condoleezza Rice, yang juga pernah menjadi menlu AS.

"Beliau akan selalu diingat dalam sejarah sebagai seorang pria yang membuat dunia ini menjadi lebih baik," sambungnya, dikutip dari laman BBC pada Senin, 8 Februari 2021.

Lahir di New York City pada 1920, Shultz mempelajari ekonomi sebelum menjadi personel Korps Marinir AS selama Perang Dunia II. Pada 1950-an, ia menduduki jabatan akademis dan bekerja sebagai penasihat ekonomi di pemerintahan Eisenhower.

Saat tokoh Republik kembali ke Gedung Putih bersama Richard Nixon pada 1969, Shultz ditunjuk menjadi menteri tenaga kerja. Selang beberapa waktu, ia ditunjuk menjadi menteri keuangan dan ketua dewan kebijakan ekonomi.

Pada 1982, Reagan menjadikan Shultz sebagai menlu. Selama pemerintahan Reagan, perselisihan internal marak terjadi di Gedung Putih. Shultz merupakan satu dari sedikit pejabat kala itu yang mencoba menjalin hubungan baik dengan Republik maupun Partai Demokrat.

Di paruh kedua 1980-an, Shultz pernah menjamu pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev untuk mencoba menurunkan ketegangan Perang Dingin. Pada 1987, Shultz dan Gorbachev menandatangani perjanjian pengendalian senjata, yakni Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty. Beberapa tahun kemudian, Uni Soviet tumbang.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id