Empat Anggota DK PBB Peringatkan Israel Terkait Rencana Aneksasi

    Fajar Nugraha - 21 Mei 2020 14:09 WIB
    Empat Anggota DK PBB Peringatkan Israel Terkait Rencana Aneksasi
    Empat negara anggota tidak tetap DK PBB peringatkan Israel terkait rencana aneksasi. Foto: AFP
    New York: Keempat anggota Uni Eropa di  keanggotaan tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Belgia, Estonia, Prancis dan Jerman memperingatkan terhadap rencana rencana aneksasi Israel atas wilayah Palestina yang diduduki. Peringatan juga diutarakan oleh Polandia yang baru merampungkan tugasnya sebagai anggota tidak tetap.

    Baca: Palestina Berencana Akhiri Semua Kesepakatan dengan Israel dan AS.

    Kelima negara menyatakan keprihatinan besar atas rencana Israel untuk mencaplok bagian-bagian Tepi Barat seperti yang dinyatakan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyu ketika menyampaikan pemerintahannya ke Knesset (parlemen) pada 17 Mei dan seperti yang dibayangkan dalam perjanjian koalisi yang ditandatangani sebelumnya.

    "Kami sangat mendesak Israel untuk menahan diri dari keputusan sepihak yang akan mengarah pada aneksasi wilayah Palestina yang diduduki dan akan bertentangan dengan hukum internasional," kata kelima negara dalam pernyataan bersama, seperti dikutip AFP, Kamis, 21 Mei 2020.

    "Hukum internasional adalah pilar mendasar dari tatanan berbasis aturan internasional. Dalam hal ini, kami ingat bahwa kami tidak akan mengakui perubahan apa pun pada perbatasan 1967, kecuali disepakati oleh Israel dan Palestina," kata pernyataan itu.

    Kelimanya pun menegaskan kembali bahwa solusi dua negara, dengan Yerusalem sebagai ibu kota masa depan bagi kedua negara, adalah satu-satunya cara untuk memastikan perdamaian dan stabilitas berkelanjutan di kawasan itu.

    Di saat bersamaan, kelima negara mengucapkan selamat kepada pemerintah baru di Israel. Mereka berharap untuk terus bekerja dengan pemerintah Israel secara konstruktif dan komprehensif.

    Mereka menunjukkan kesediaan mereka untuk mendukung dan memfasilitasi dimulainya kembali perundingan langsung dan bermakna antara Israel dan Palestina untuk menyelesaikan semua masalah status akhir dan mencapai perdamaian yang adil dan abadi. "Kami siap untuk terlibat langsung dengan pemerintah baru dan dengan semua pemangku kepentingan terkait," imbuh pernyataan itu.

    Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengumumkan bahwa Otoritas Palestina (PA) akan mengakhiri semua perjanjian dan kesepakatan yang telah ditandatangani dengan Israel dan juga Amerika Serikat. Deklarasi ini merupakan respons Palestina terhadap rencana Israel mencaplok Tepi Barat.
     
    Pengumuman disampaikan Abbas dalam sebuah pertemuan di Ramallah. Namun, sejumlah sumber di Palestina mengatakan kepada kantor berita Haaretz, Rabu 20 Mei 2020, bahwa koordinasi dengan Israel tetap berlanjut.

    Sementara Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mendesak kabinet untuk mengimplementasikan keputusan tentang pemutusan hubungan dengan AS dan Israel. Dia juga meminta komunitas internasional harus turut memenuhi tanggungjawabnya untuk memberikan perlindungan internasional kepada rakyat Palestina.




    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id