Tewasnya Pimpinan ISIS Sahara Disebut Keberhasilan Besar

    M Sholahadhin Azhar - 17 September 2021 03:00 WIB
    Tewasnya Pimpinan ISIS Sahara Disebut Keberhasilan Besar
    Ilustrasi tentara Prancis/AFP.



    Paris: Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan pemimpin kelompok Islamic State (ISIS) di Sahara Besar, Adnan Abu Walid al-Sahrawi, terbunuh pada Rabu, 15 September 2021. Menurut Macron, kematian Al-Sahrawi itu sebagai "keberhasilan besar" militer Prancis.

    Presiden Macron menyebut pembunuhan Adnan Abu Walid al-Sahrawi sebagai "keberhasilan besar" bagi militer Prancis setelah lebih dari delapan tahun memerangi ekstremis di Sahel.

     



    Baca: Tentara Prancis Bunuh Pemimpin ISIS di Sahara Barat

    Presiden Prancis Emmanuel Macron mencuit bahwa al-Sahrawi "dinetralisir pasukan Prancis” tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut. Tidak diumumkan di mana al-Sahrawi terbunuh, meskipun kelompok ISIS aktif di sepanjang perbatasan antara Mali dan Niger.

    "Bangsa ini memikirkan malam ini semua pahlawannya yang tewas untuk Prancis di Sahel dalam operasi Serval dan Barkhane, dari keluarga yang ditinggalkan, dari semua yang terluka," tulis Macron, seperti dikutip AFP, Jumat, 17 September 2021. 

    "Pengorbanan mereka tidak sia-sia,” kata Macron.

    Desas-desus tentang kematian pemimpin militan telah beredar selama berminggu-minggu di Mali, meskipun pihak berwenang di wilayah itu belum mengkonfirmasinya. Tidak mungkin untuk segera memverifikasi klaim secara independen atau untuk mengetahui bagaimana sisa-sisa telah diidentifikasi.

    "Ini adalah pukulan telak terhadap kelompok teroris ini," sebut Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly, dalam Twitter.

    “Pertarungan kita masih berlanjut,” tambahnya.

    Al-Sahrawi telah mengeklaim bertanggung jawab atas serangan 2017 di Niger yang menewaskan empat personel militer AS dan empat orang dengan militer Niger.
     
     

    Kelompoknya juga telah menculik orang asing di Sahel dan diyakini masih menahan warga Amerika Serikat, Jeffrey Woodke, yang diculik dari rumahnya di Niger pada 2016.

    Pemimpin ekstremis itu lahir di wilayah Sahara Barat yang disengketakan dan kemudian bergabung dengan Front Polisario. Setelah menghabiskan waktu di Aljazair, ia pergi ke Mali utara di mana ia menjadi tokoh penting dalam kelompok yang dikenal sebagai MUJAO yang menguasai kota utama utara Gao pada tahun 2012.

    Sebuah operasi militer yang dipimpin Prancis pada tahun berikutnya menggulingkan ekstremis Islam dari kekuasaan di Gao dan kota-kota utara lainnya, meskipun elemen-elemen itu kemudian berkumpul kembali dan kembali melakukan serangan.

    Kelompok Mali MUJAO setia kepada afiliasi regional al-Qaeda. Namun pada tahun 2015, al-Sahrawi merilis pesan audio yang menyatakan kesetiaan kepada kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah.

    Militer Prancis telah memerangi ekstremis di wilayah Sahel di mana Prancis pernah menjadi kekuatan kolonial sejak intervensi 2013 di Mali utara.

    Namun baru-baru ini diumumkan bahwa mereka akan mengurangi kehadiran militernya di wilayah tersebut, dengan rencana untuk menarik 2.000 tentara pada awal tahun depan.

    Berita kematian Al-Sahrawi muncul saat perjuangan global Prancis melawan organisasi ISIS menjadi berita utama di Paris.

    Terdakwa utama dalam persidangan serangan Paris 2015 mengatakan pada Rabu bahwa pembunuhan terkoordinasi itu sebagai pembalasan atas serangan udara Prancis terhadap kelompok Islamic State, menyebut kematian 130 orang yang tidak bersalah "bukan masalah pribadi" saat dia mengakui perannya untuk pertama kalinya.

    (ADN)
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id