Jerman Ancam Rusia dengan Sanksi atas Kasus Keracunan Navalny

    Willy Haryono - 06 September 2020 17:05 WIB
    Jerman Ancam Rusia dengan Sanksi atas Kasus Keracunan Navalny
    Menlu Jerman Heiko Maas. (Foto: Mahmud TURKIA/AFP)
    Berlin: Jerman sebagai ketua Uni Eropa saat ini akan mendiskusikan kemungkinan penjatuhan sanksi terhadap Rusia atas kasus keracunan yang dialami tokoh oposisi Negeri Beruang Merah, Alexei Navalny. Sanksi akan dijatuhkan jika Rusia tidak memberikan penjelasan detail mengenai kasus Navalny.

    Navalny jatuh sakit dalam penerbangan menuju Moskow bulan lalu. Ia sempat dirawat di sebuah rumah sakit di Siberia, sebelum akhirnya diterbangkan ke Berlin.

    Pekan kemarin, Jerman mengatakan adanya "bukti tak terbantahkan" bahwa kritikus keras Presiden Rusia Vladimir Putin itu diserang dengan Novichok, racun syarat era Uni Soviet.

    "Jika dalam beberapa hari ke depan Rusia tidak membantu mengklarifikasi apa yang terjadi, kami akan mendiskusikan respons selanjutnya dengan para mitra," kata Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas kepada surat kabar Bild, seperti dilansir oleh France 24, Minggu 6 September 2020.

    "Sanksi apapun yang disepakati nantinya harus dijatuhkan secara tepat," sambung dia.

    Pemerintan Rusia membantah terlibat dalam dugaan serangan racun terhadap Navalny. Menlu Sergei Lavrov justru mengecam Jerman yang dinilai tidak kooperatif dalam berbagi data investigasi kasus Navalny dengan tim jaksa asal Rusia.

    "Ada beberapa indikasi bahwa Rusia berada di balik kasus keracunan ini," ujar Maas. Pernyataan Maas merupakan tudingan terkuat Jerman sejauh ini.

    "Hanya sekelompok kecil orang yang memiliki akses terhadap Novichok, dan racun ini pernah digunakan agen intelijen Rusia dalam menyerang mantan mata-mata Sergei Skripal," sambungnya, merujuk pada kasus serangan racun di Salisbury, Inggris, pada 2018.

    Mengenai kemungkinan sanksi terhadap Rusia, Maas belum dapat mengesampingkan apakah nantinya terkait dengan jaringan pipa Nord Stream 2. Proyek kontroversial senilai EUR10 miliar itu dibuat dengan tujuan menyalurkan gas Rusia ke Eropa, namun telah mendapat kecaman kuat dari Amerika Serikat.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id