Remaja Pemenggal Guru di Prancis Pengungsi Chechnya

    Willy Haryono - 18 Oktober 2020 12:02 WIB
    Remaja Pemenggal Guru di Prancis Pengungsi Chechnya
    Polisi berada di sekitar lokasi pemenggalan yang dilakukan seorang remaja terhadap guru di Paris, Prancis. (Abdulmonam EASSA/AFP)
    Paris: Remaja yang memenggal kepala seorang guru di Prancis diidentifikasi sebagai Abdoulakh Anzorov, pengungsi berusia 18 tahun asal Chechnya. Ia memenggal guru bernama Samuel Paty dengan sebuah pisau pada Jumat, 16 Oktober.

    Pembunuhan terjadi usai Paty memperlihatkan kartun kontroversial Nabi Muhammad kepada para muridnya dalam pelajaran kebebasan berekspresi. Pemerintah Prancis mengklasifikasikan pemenggalan tersebut sebagai "aksi terorisme."

    Anzorov, yang tidak masuk daftar pengawasan badan intelijen mana pun, mendapat izin tinggal selama 10 tahun di Prancis sebagai pengungsi pada Maret lalu. Ia tinggal  di Evreux, Normandy.

    Melalui Twitter, pelaku sempat mengunggah foto dirinya dan kepala korban. Konten tersebut ditujukan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron.

    "Saya telah mengeksekusi salah satu anjing neraka Anda yang berani menghina (Nabi) Muhammad," tulis Anzorov, dikutip dari laman Independent pada Minggu, 18 Oktober 2020.

    Otoritas Prancis merespons pembunuhan ini dengan memanggil jajaran petinggi perusahaan media sosial. Paris meyakini pelaku mengetahui mengenai tindak-tanduk Paty melalui sebuah kampanye kebencian di media sosial.

    Nama Paty dan alamat sekolahnya muncul di internet usai dirinya memperlihatkan kartun kontroversial Nabi Muhammad di dalam kelas. "Pelaku diketahui pernah bertemu beberapa murid Paty di jalan untuk menanyakan detail mengenai korban," kata Jean-Francois Ricard, jaksa anti-terorisme.

    Pelaku mengikuti korban yang berjalan kaki dari sekolah menuju rumahnya. Di tengah perjalanan, pelaku menikam korban beberapa kali, untuk kemudian memenggal kepalanya.

    Polisi mengatakan, pelaku telah ditembak mati sekitar 600 meter tempat Paty dibunuh. Aparat melepaskan tembakan karena pelaku tidak bersedia meletakkan senjatanya. Terdapat spekulasi pelaku sengaja membawa senjata jenis airsoft gun untuk memastikan dirinya ditembak mati polisi.

    Baca:  Seorang Guru Dipenggal dalam Serangan Teror di Paris

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id