AS Tidak Akan Hadir Dalam Pembahasan Afghanistan yang Dipimpin Rusia

    Marcheilla Ariesta - 19 Oktober 2021 09:33 WIB
    AS Tidak Akan Hadir Dalam Pembahasan Afghanistan yang Dipimpin Rusia
    Jubir Kemenlu AS, Ned Price/AFP



    Washington: Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Ned Price mengatakan, Washington tidak akan berpartisipasi dalam pembicaran internasional mengenai Afghanistan yang diselenggarakan Rusia pekan ini karena alasan logistik.

    Moskow menjadi tuan rumah pembicaraan yang digelar Rabu mendatang. Para pejabat dari Taliban, Tiongkok, dan Pakistan akan hadir dalam pertemuan ini.

     



    "Tujuan diskusi tersebut adalah untuk menemukan posisi bersama mengenai situasi yang berubah di Afghanistan," kata utusan Rusia, Zamir Kabulov, dilansir dari Deutsche Welle, Selasa, 19 Oktober 2021

    Namun, Price menegaskan AS tidak akan berpartisipasi. Menurutnya, troika-plus telah menjadi forum yang efektif dan konstruktif.

    Baca juga: Utusan Utama AS untuk Afghanistan Putuskan Mundur

    "Kami berharap dapat terlibat dalam forum itu ke depan, tetapi kami tidak dalam posisi untuk ambil bagian (pembicaraan) pekan ini," kata Price.

    "Sudah efektif dari dulu, hanya saja secara logistik, sulit bagi kami mengambil bagian ini," imbuhnya.

    Meski demikian, Price mengungkapkan Negeri Paman Sam setuju mendukung proses tersebut.

    Sementara itu, utusan utama Amerika Serikat untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad mengundurkan diri. Jabatan Khalilzad kemudian diambil alih oleh Thomas West, yang merupakan wakilnya.

    Pengunduran diri Khalilzad disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken. Khalilzad meninggalkan jabatannya setelah ia bertugas lebih dari tiga tahun, di bawah pemerintahan mantan presiden Donald Trump dan Presiden Joe Biden.

    Dia dikritik karena tidak menekan Taliban cukup keras dalam pembicaraan damai yang dimulai ketika Trump menjadi presiden. Meski demikian, Blinken mengucapkan terima kasih atas jasanya selama bertugas.

    "Saya mengucapkan terima kasih atas pengabdiannya selama puluhan tahun kepada rakyat Amerika," kata Blinken mengenai Khalilzad yang juga adalah mantan duta besar AS untuk PBB dan Afghanistan.

    Kepergiannya menyusul 'pengucilannya' dari pembicaraan formal pertama pemerintahan Biden dengan Taliban setelah penarikan pasukan AS di Afghanistan, yang diadakan di Doha awal bulan ini.

    Mantan pejabat AS menyebutkan, Khalilzad menjadi wajah publik dari salah satu kegagalan diplomatik Washington dalam beberapa tahun terakhir.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id