Delapan Serangan yang Dialami Prancis dalam Lima Tahun Terakhir

    Fajar Nugraha - 30 Oktober 2020 09:48 WIB
    Delapan Serangan yang Dialami Prancis dalam Lima Tahun Terakhir
    Polisi Prancis menutup sekitar lokasi pembunuhan di Nice. Foto: AFP
    Nice: Prancis kembali diguncang serangan teror kurang dari dua minggu setelah pemenggalan kepala dari seorang guru di Paris. Kamis 29 Oktober 2020, kembali terjadi serangan serupa di Nice.

    Serangan yang menewaskan tiga orang itu dilakukan oleh pelaku tunggal asal Tunisia, Brahim Aouissaoui. Pelaku berhasil ditembak, tetapi dalam perawatan di rumah sakit.

    Segera setelah serangan, Presiden Prancis Emmanuel Macron menuju ke Nice. Dia pun menegaskan bahwa Prancis saat ini diserang namun pihaknya tidak akan menyerah kepada terorisme.

    Insiden serangan yang melanda Prancis ini bukanlah yang pertama. Namun selama kurun waktu lima tahun terakhir, berbagai aksi teror merobek Negeri Fashion itu. Berikut delapan serangan yang terjadi di Prancis dalam waktu lima tahun terakhir:

    1. 25 September 2020

    Dua orang ditikam dan terluka di dekat bekas kantor majalah satir Charlie Hebdo, tempat pelaku teror melakukan serangan mematikan pada 2015. Seorang pria asal Pakistan ditangkap atas serangan itu.
     

    2. 3 Oktober 2019

    Mickael Harpon, seorang spesialis IT berusia 45 tahun dengan izin keamanan untuk bekerja di markas polisi Paris, membunuh tiga petugas polisi dan satu pegawai sipil sebelum ditembak mati oleh polisi. Dia telah masuk Islam sekitar 10 tahun sebelumnya.
     

    3. 23 Maret 2018

    Seorang pria bersenjata membunuh tiga orang di barat daya Prancis setelah menahan sebuah mobil, menembaki polisi dan menyandera di supermarket. Pasukan keamanan menyerbu gedung dan membunuhnya.
     

    4. 26 Juli 2016

    Sebanyak dua penyerang membunuh seorang pastor dan secara serius melukai sandera lainnya di sebuah gereja di Prancis utara sebelum ditembak mati oleh polisi Prancis. Francois Hollande, yang merupakan Presiden Prancis pada saat itu, mengatakan kedua penyandera berjanji setia kepada ISIS.
     

    5. 14 Juli 2016

    Seorang pria bersenjata mengendarai truk berat ke kerumunan yang merayakan Hari Bastille di kota Nice, Prancis, menewaskan 86 orang dan melukai puluhan lainnya dalam serangan yang diklaim oleh ISIS. Penyerang diidentifikasi sebagai orang Prancis kelahiran Tunisia.
     

    6. 4 Juni 2016

    Seorang Prancis keturunan Maroko menikam seorang komandan polisi hingga tewas di luar rumahnya di pinggiran kota Paris dan membunuh rekannya, yang juga bekerja untuk polisi. Penyerang mengatakan kepada polisi negosiator selama pengepungan bahwa dia menjawab banding oleh ISIS.
     

    7. 13 November 2015

    Paris diguncang oleh beberapa serangan senjata dan bom yang hampir bersamaan di situs hiburan di sekitar kota, di mana 130 orang tewas dan 368 lainnya luka-luka. ISIS mengatakan bertanggung jawab atas serangan itu. Dua dari 10 pelaku yang diketahui adalah warga negara Belgia dan tiga lainnya adalah warga Prancis.


    8. 7-9 Januari 2015

    Sebanyak dua militan Islamis membobol rapat editorial mingguan satir Charlie Hebdo pada 7 Januari dan menyerangnya dengan peluru, menewaskan 12 orang. Seorang militan lainnya membunuh seorang polisi wanita pada hari berikutnya dan menyandera di supermarket pada 9 Januari, menewaskan empat orang sebelum polisi menembaknya hingga tewas.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id