Korban Gempa di Turki dan Yunani Bertambah Jadi 75 Orang

    Willy Haryono - 02 November 2020 07:30 WIB
    Korban Gempa di Turki dan Yunani Bertambah Jadi 75 Orang
    Petugas mencari korban selamat di sebuah bangunan yang runtuh akibat gempa di Izmir, Turki pada 31 Oktober 2020. (AFP)
    Izmir: Korban gempa bumi yang melanda Turki bagian barat dan juga terasa hingga ke Yunani menewaskan setidaknya 75 orang dan melukai hampir 1.000 lainnya, berdasarkan data terbaru otoritas kedua negara pada Minggu, 1 November 2020. Gempa yang terjadi pada Jumat kemarin itu juga telah merusak puluhan bangunan, dan bahkan sempat memicu gelombang tsunami kecil.

    Di hari ketiga pencarian korban di Izmir, Turki, petugas penyelamat menemukan lebih banyak jenazah ketimbang korban selamat.

    Baca:  Lansia Ditarik dalam Kondisi Hidup dari Reruntuhan di Izmir Turki

    Dilansir dari CP24, Presidensi Manajemen Darurat dan Bencana Turki (AFAD) mencatat total korban tewas di Izmir sejauh ini mencapai 73 dengan 961 lainnya terluka -- 220 masih menjalani perawatan di rumah sakit. Untuk Yunani, gempa menewaskan dua remaja di pulau Samos dan juga melukai 19 orang lain.

    Terdapat perbedaan data mengenai kekuatan gempa. Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat kekuatan gempanya berada di magnitudo 7,0, sementara Kandili Institute di Istanbul menempatkan angkanya di 6,9, dan AFAD 6,6.

    Pencarian dan penyelamatan korban difokuskan ke sembilan bangunan roboh di Izmir. Namun petugas terpaksa menghentikan pencarian di salah satu bangunan karena adanya risiko ambruk.

    Tsunami kecil yang dipicu gempa pada Jumat kemarin sempat menggenangi jalanan distrik Seferihisar di Izmir, yang menenggelamkan satu perempuan lanjut usia. Guncangan terasa di seantero Turki bagian barat, termasuk Istanbul dan juga Athena, Yunani. Ratusan gempa susulan terjadi setelah itu.

    Wakil Presiden Turki Fuat Oktay mengatakan, 26 bangunan yang rusak akibat gempa di Izmir akan dirobohkan. "Bukan gempa bumi yang menewaskan warga, tapi bangunan," ucapnya.

    Sejumlah kota di Turki diwarnai bangunan baru dan tua, dan sebagian ada yang berstatus ilegal dengan risiko runtuh. Aturan pembangunan telah diperketat di sejumlah kota di Turki, namun dinilai sejumlah pengamat belum cukup untuk mengantisipasi bencana alam seperti gempa bumi.


    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id