Qatar Pertanyakan Sikap Internasional atas Perilaku Israel

    Marcheilla Ariesta - 23 September 2020 14:02 WIB
    Qatar Pertanyakan Sikap Internasional atas Perilaku Israel
    Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. (AFP)
    New York: Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, mempertanyakan kredibilitas komunitas internasional terhadap perilaku Israel selama ini. Ia menilai komunitas global tidak mampu mengambil tindakan efektif dalam meredam langkah-langkah kontroversial Israel.

    "Komunitas internasional hanya mengkritik, tidak mengambil tindakan efektif untuk menghadapi sikap keras kepala Israel dan pendudukan atas tanah Palestina dan Arab," kata Sheikh Tamim dalam pidato virtual di Sidang Majelis Umum ke-75 Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat, Selasa 22 September.

    Dilansir dari Al Jazeera, Rabu, 23 September 2020, Sheikh Tamim mempertanayakan peran negara-negara dan organisasi global yang dinilai gagal menegakkan resolusi terhadap berlanjutnya pendudukan Israel dan perluasan pembangunan permukiman di tanah Palestina.

    "Israel melakukan pelanggaran mencolok terhadap resolusi internasional dan Solusi Dua Negara," katanya.

    Komunitas internasional, kata dia, tidak dapat mengambil tindakan efektif apapun atas berbagai aksi Israel itu. "Perdamaian hanya dapat dicapai jika Israel berkomitmen penuh pada kerangka acuan dan resolusi internasional yang diterima negara-engara Arab, dan menjadi dasar dari Inisiatif Perdamaian Arab," tutur Sheikh Tamim.

    Inisiatif Perdamaian Arab adalah rencana yang diajukan Arab Saudi pada 2002. Inisiatif ini menyerukan normalisasi hubungan dengan Israel sebagai imbalan untuk diakhirinya pendudukan wilayah Palestina, pembentukan negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.

    Inisiatif ini dinilai sebagai solusi adil bagi Palestina. Penguasa Qatar itu menyebutkan Israel tengah berusaha menghindari inisiatif tersebut.

    Ia menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB untuk memikul tanggung jawab hukumnya dan memaksa Israel mencabut pengepungan di Jalur Gaza, dan mengembalikan proses perdamaian melalui negosiasi kredibel berdasarkan resolusi internasional.

    Israel dibantu Amerika Serikat berusaha merayu negara-negara Arab untuk melakukan normalisasi hubungan. Pada 15 September lalu, Uni Emirat Arab dan Bahrain menandatangani perjanjian untuk menormalisasi hubungan dengan Israel dalam 'penyelarasan strategis negara-negara Timur Tengah' melawan Iran.

    AS menjadi tuan rumah sekaligus saksi penandatanganan perjanjian tersebut. Seremoni dilakukan di Gedung Putih, Washington DC.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id