Gubernur Meksiko Klaim Warga Miskin 'Kebal' Virus Korona

    Arpan Rahman - 27 Maret 2020 11:24 WIB
    Gubernur Meksiko Klaim Warga Miskin 'Kebal' Virus Korona
    Warga Meksiko di sebuah rumah di tengah wabah virus korona covid-19. Foto: AFP
    Puebla: Luis Miguel Barbosa, gubernur negara bagian Puebla di Meksiko, mengklaim bahwa warga miskin kebal terhadap virus korona covid-19. Sementara presidennya mengatakan kepada warga untuk tetap waspada.

    Barbosa berkomentar sebagai reaksi terhadap pejabat Meksiko yang mengungkapkan bahwa sekitar 75 per 475 kasus Meksiko dikonfirmasi terkait dengan orang yang bepergian secara internasional

    Karena perjalanan internasional umumnya dilakukan oleh orang kaya, Barbosa mengklaim bahwa orang miskin kebal terhadap virus.

    “Mayoritas adalah orang kaya. Jika Anda kaya, Anda berisiko. Jika Anda miskin, tidak,” katanya, disiarkan dari The Independent, Jumat 27 Maret 2020.

    Meksiko bereaksi lebih lambat dari negara lain untuk menegakkan tindakan membantu mengatasi covid-19.

    Dalam sebuah video yang diposting pada Jumat, 20 Maret, Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador meremehkan keseriusan pandemi.


    "Jika saya khawatir, jika semuanya di luar kendali, saya akan memberi tahu Anda, karena saya selalu mengatakan yang sebenarnya. Tapi bukan itu masalahnya,” ucap Obrador.

    Awal pekan ini dia bersikeras bahwa "kita akan tetap menjalani kehidupan seperti biasa".

    Meskipun Presiden meremehkan, Wakil Menteri Kesehatan Hugo Lopez-Gatell mengumumkan bahwa mulai Kamis "pemerintah federal akan menangguhkan semua kegiatannya, tetapi ada kegiatan penting yang tidak dapat ditangguhkan."

    Rumah sakit, polisi, dan sanitasi publik termasuk di antara layanan yang diumumkan sebagai penting.

    Pekan lalu, Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan menutup perbatasan ke Meksiko, kecuali untuk kargo dan perjalanan penting.

    Chad Wolf, penjabat kepala Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, membenarkan bahwa pemerintahan Trump ingin menutup perbatasan Meksiko dan Kanada.

    “Kami bekerja dengan mitra Kanada kami dan juga mitra Meksiko kami untuk membatasi perjalanan di perbatasan,” katanya.

    Menurut sebuah proyek pelacakan yang diselenggarakan Johns Hopkins University, lebih dari 475 orang telah dinyatakan positif memiliki virus corona di Meksiko. Korban tewas telah mencapai setidaknya enam.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id