Pakar PBB: Vonis 8 Pembunuh Khashoggi 'Parodi Keadilan'

    Willy Haryono - 08 September 2020 14:43 WIB
    Pakar PBB: Vonis 8 Pembunuh Khashoggi 'Parodi Keadilan'
    Pelapor Khusus PBB untuk Kejahatan di Luar Jalur Hukum, Agnes Callamard. (Foto: AFP)
    New York: Investigator hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa, Agnes Callamard, menilai vonis terhadap delapan terdakwa kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi sebagai "parodi keadilan." Ia menilai vonis akhir ini tidak menjerat para pejabat tinggi yang disebutnya merancang pembunuhan Khashoggi.

    Kantor Kejaksaan Publik Arab Saudi telah mengeluarkan vonis akhir kepada delapan terdakwa pembunuhan Khashoggi pada Senin 7 September. Pihak kejaksaan menegaskan vonis ini bersifat final, dan harus segera diterapkan.

    Vonis 20 tahun penjara dijatuhkan kepada lima orang atas keterlibatan pembunuhan Khashoggi. Sementara tiga terdakwa lainnya dijatuhi vonis beragam, antara tujuh hingga 10 tahun.

    "Jaksa Saudi sekali lagi melakukan tindakan di bawah parodi keadilan. Vonis ini tidak mengandung legitimasi hukum maupun moral," tulis Callamard di Twitter.

    "Vonis ini dijatuhkan di akhir proses yang berlangsung tidak adil maupun transparan," sambungnya, dikutip dari laman Yeni Safak, Selasa 8 September 2020.

    Khashoggi, seorang kolumnis untuk The Washington Post, dibunuh dan dimutilasi oleh sekelompok agen Saudi tak lama usai dirinya memasuki gedung konsulat di Istanbul pada 2 Oktober 2018.

    "Lima pembunuh divonis 20 tahun penjara, tapi beberapa pejabat tinggi yang mengatur dan merencanakan eksekusi Jamal Khashoggi tidak tersentuh proses investigasi maupun persidangan," sebut Callamard.

    Pembunuhan Khashoggi menyorot perhatian global, terutama sejak dikait-kaitkan dengan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman yang dicurigai sejumlah pihak sebagai dalang utamanya. Riyadh menegaskan Pangeran Salman sama sekali tidak terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.

    "Putra Mahkota Mohammed bin Salman masih terlindungi dengan baik dari segala pengawasan di negaranya," kata Callamard.

    Ia menekankan bahwa keluarnya vonis akhir kasus Khashoggi jangan sampai melonggarkan tekanan terhadap pemerintah Saudi untuk mengungkap dalang sesungguhnya ke hadapan publik. Callamard meminta agar lima anggota permanen Dewan Keamanan PBB untuk terus menekan Arab Saudi terkait kasus Khashoggi.

    "Badan Intelijen AS, termasuk Direktur Intelijen Nasional, harus merilis penilaian intelijen tanggung jawab MBS (Mohammed bin Salman) atas pembunuhan Jamal Khashoggi. Walau peradilan formal di Arab Saudi tidak dapat dicapai, setidaknya kebenaran dapat disuarakan," tutur Callamard.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id