Serbia Deklarasikan Darurat Nasional Virus Korona

    Willy Haryono - 16 Maret 2020 06:45 WIB
    Serbia Deklarasikan Darurat Nasional Virus Korona
    Presiden Serbia Aleksandar Vucic. (Foto: AFP/OLIVER BUNIC)
    Belgrade: Serbia mendeklarasikan status darurat nasional untuk menekan penyebaran virus korona covid-19. Di bawah darurat nasional, Serbia menutup banyak ruang publik, mengerahkan prajurit untuk menjaga rumah sakit, dan juga menutup perbatasan.

    Dikutip dari AFP, Minggu 15 Maret 2020, Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengatakan berbagai kebijakan ini diperlukan untuk "menyelamatkan orang lanjut usia" di negaranya, yang memiliki total populasi sekitar tujuh juta jiwa.

    Sejauh ini, Serbia mencatat ada sekitar 50 kasus positif covid-19. "Mulai besok, tidak ada lagi sekolah, universitas, olahraga, semuanya ditutup. Kami akan menutup semua itu demi menyelamatkan nyawa, demi semua orang tua kita," tutur PM Vucic.

    Ia menambahkan bahwa militer Serbia akan dikerahkan untuk menjaga "sejumlah situs penting" seperti rumah sakit tempat penanganan pasien korona.

    Status darurat nasional di Serbia tidak meliputi penutupan total (lockdown) berskala nasional seperti yang telah dilakukan Italia dan Spanyol.

    PM Vucic mengimbau kepada warga Serbia yang berusia di atas 65 tahun untuk tetap berada di dalam rumah. Sementara mengenai ruang publik seperti kafe atau bar, PM Vucic mengatakan bahwa aturan spesifiknya akan ditentukan usai rapat kabinet.

    "Saya minta kepada warga negara asing: jangan datang ke Serbia, kecuali warga Tiongkok yang memang diminta datang ke sini, terutama para dokter-dokter mereka yang akan membantu kami," kata PM Vucic.

    Sang presiden, yang berusaha membawa Serbia masuk ke Uni Eropa namun tetap menjaga hubungan baik dengan Beijing, mengatakan bahwa bantuan Tiongkok sangat krusial di tengah minimnya "solidaritas Eropa."

    Perdana Menteri Serbia Ana Brnabic mengonfirmasi bahwa perbatasan negara akan ditutup untuk semua warga asing mulai Minggu malam, kecuali untuk diplomat. Warga Serbia yang baru pulang dari negara terdampak covid--19 akan dikarantina selama 14 hingga 28 hari.

    Brnabic menegaskan, mereka yang melanggar aturan karantina ini dapat dijatuhi vonis tiga tahun penjara.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id