Trump Bantah Abaikan Peringatan Dini Covid-19

    Willy Haryono - 22 Maret 2020 10:22 WIB
    Trump Bantah Abaikan Peringatan Dini Covid-19
    Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
    Washington: Presiden Donald Trump membantah sebuah laporan yang menyebutkan bahwa dirinya mengabaikan peringatan dini dari sejumlah agensi Amerika Serikat mengenai ancaman virus korona (covid-19). Ia menuding laporan tersebut sebagai sesuatu yang "tidak akurat."

    Sejumlah agensi AS telah mengeluarkan peringatan dini covid-19 pada Januari dan Februari. Namun menurut laporan surat kabar The Washington Post, Trump berulang kali cenderung terlihat meremehkan ancaman tersebut tanpa mengambil tindakan berarti.

    Merasal kesal, Trump langsung menyerang The Washington Post tanpa menyinggung mengenai konten laporan tersebut.

    "Saya rasa The Washington Post meliput saya dengan sangat tidak akurat," ujar Trump kepada awak media dalam konferensi pers rutin gugus tugas covid-19 di Gedung Putih.

    "Laporan The Washington Post sudah saya lihat. Saya rasa laporannya memalukan, tapi seperti yang kita semua tahu, memang The Washington Post seperti itu, kita harus memakluminya," sambung dia, seperti dikutip dari Guardian, Sabtu 21 Maret 2020.

    Saat seorang jurnalis berusaha mengomentari pernyataan tersebut, Trump mengangkat tangannya dan berkata: "Tolong diam, diam."

    Trump kemudian membicarakan Tiongkok, negara tempat munculnya covid-19. Ia menegaskan bahwa keputusannya menghentikan semua penerbangan dari dan menuju Tiongkok tetap berlaku hingga saat ini.

    "Banyak orang telah mengapresiasi langkah saya yang menutup negara ini sejak awal dari negara yang terinfeksi (covid-19), yakni Tiongkok," ungkap Trump.

    "Tiongkok seharusnya sejak awal menginformasikan AS mengenai apa yang sebenarnya terjadi," sambungnya.

    Masih mengenai Tiongkok, Trump mengecam langkah Beijing yang mengusir koresponden New York Times, Washington Post dan juga Wall Street Journal dari kantor mereka di Negeri Tirai Bambu.

    Beijing merasa geram karena AS selama ini cenderung menyalahkan Tiongkok atas kemunculan covid-19. Ketegangan semakin parah usai Presiden AS Donald Trump menuliskan covid-19 sebagai "Virus Tiongkok" di media sosial Twitter.

    Namun Tiongkok mengatakan bahwa pengusiran ini merupakan balasan atas keputusan Washington memangkas jumlah warga Negeri Tirai Bambu yang bekerja untuk media nasional Beijing di tanah Amerika. "Ini merupakan langkah pembelaan diri yang sah dan dibenarkan," ujar pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

    Saat ini, berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins pada Minggu ini, jumlah kasus covid-19 di AS telah melampaui 25 ribu dengan lebih dari 300 kematian.




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id