comscore

Panel Ahli AS Rekomendasikan Vaksin Pfizer dan Moderna daripada J&J

Medcom - 17 Desember 2021 13:07 WIB
Panel Ahli AS Rekomendasikan Vaksin Pfizer dan Moderna daripada J&J
AS tidak rekomendasikan vaksin covid-19 dari Johnson & Johnson (J&J). Foto: AFP
Washington: Sebuah panel ahli Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah memberikan suara bulat untuk merekomendasikan vaksin Pfizer dan Moderna covid-19 daripada vaksin Johnson & Johnson (J&J), yang telah dikaitkan dengan efek samping yang mematikan.

Dilansir dari BBC News, Jumat, 17 Desember 2021, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan, total 57 pasien J&J telah mengalami gangguan pembekuan darah yang langka.
Sejauh ini, tujuh perempuan dan dua laki-laki dilaporkan tewas. Sebanyak 16 juta penduduk AS telah menerima vaksin J&J dosis tunggal.

Komite Penasihat Praktik Imunisasi (ACIP) merekomendasikan pada Kamis, vaksin J&J disediakan untuk kasus-kasus, dimana pasien tidak dapat atau tidak mau menerima suntikan Pfizer dan Moderna yang lebih banyak tersedia.

CDC diketahui masih harus memutuskan apakah akan menerima rekomendasi panel. Efek samping pembekuan darah tetap jarang. Pejabat kesehatan federal memperkirakan, telah dilaporkan pada tingkat 3,8 per juta dosis yang diberikan.

Melalui 57 kasus yang dikonfirmasi, 36 dirawat di unit perawatan intensif. Kematian berkisar antara 28 hingga 62 tahun, dengan obesitas sebagai kondisi medis utama yang mendasarinya.

Kini, semua kasus telah terjadi dalam waktu satu bulan setelah suntikan, sebagian besar setelah sembilan hari.

“Saya tidak merasa nyaman tidak memiliki ACIP membuat pernyataan yang jelas yang mencerminkan pengakuan bahwa kita memiliki kekhawatiran tentang efek samping yang jarang tetapi seringkali fatal ini,” kata Anggota ACIP, Beth Bell pada Kamis.

Sejumlah panelis memperingatkan, untuk tidak menghapus J&J sebagai opsi sepenuhnya, terutama pada saat pejabat kesehatan masyarakat AS mencoba memvaksinasi penduduk negara yang tidak divaksinasi tersisa.

“Namun, sangat penting bahwa kita tidak sepenuhnya menghilangkan vaksin ini,” ujar Asisten Profesor Ilmu Biomedis Klinis di Florida Atlantic University, Jason Goldman.

Penggunaan vaksin J&J untuk sementara dihentikan pada April, karena kekhawatiran akan pembekuan darah.

CDC pun telah mencatat, penggunaan vaksin mencegah ribuan rawat inap terkait covid-19, dibandingkan dengan sejumlah kecil orang yang mengalami efek samping.

Statistik CDC terbaru menunjukkan, terdapat lebih dari 76 persen penduduk AS di atas usia lima tahun telah menerima setidaknya satu dosis vaksin covid-19. (Nadia Ayu Soraya)

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id