Bertemu Menkes RI, Menlu Inggris Bahas Penanganan Pandemi Covid-19

    Marcheilla Ariesta - 07 April 2021 22:18 WIB
    Bertemu Menkes RI, Menlu Inggris Bahas Penanganan Pandemi Covid-19
    Menlu Inggris Dominic Raab bertemu dengan Menkes Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Rabu, 7 April 2021. Foto: Istimewa



    Jakarta: Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Dominic Raab bertemu dengan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Keduanya membahas mengenai pandemi covid-19 dan akses vaksin yang adil.

    Dalam pernyataan Kedubes Inggris di Jakarta, kedua negara menekankan betapa pentingnya penanganan pandemi dan vaksin. Pada September 2020 di PBB, Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson menyatakan lima rencana untuk meningkatkan kesiapan menghadapi pandemi berikutnya.






    "Inggris dan Indonesia sama-sama memiliki kesempatan untuk berkoordinasi membuat kemajuan melalui Kepresidenan Inggris di kelompok negara G7 tahun ini dan Kepresidenan G20 Indonesia pada 2022 untuk membantu dunia bangkit menghadapi tantangan pandemi covid-19," kata Kedutaan Besar Inggris di Indonesia, Rabu, 7 April 2021.

    Dalam hal multilateralisme, PM Johnson dan Presiden Joko Widodo telah menandatangani seruan bersama para pemimpin dunia yang diterbitkan pada 30 Maret. Keduanya menunjukkan kesamaan pemikiran tentang skala tantangan dan apa yang perlu dilakukan dunia dalam merespons hal ini.

    Baca: WHO: Tidak Ada Alasan Ubah Penilaian Tentang Manfaat Vaksin AstraZeneca

    Mengenai akses vaksin global, lebih dari satu miliar vaksin akan dikirimkan ke 92 negara berkembang tahun ini melalui skema COVAX. Inggris menjadi salah satu donor terbesar dan yang terdepan dalam mekanisme tersebut. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memiliki peran kunci sebagai salah satu dari tiga ketua bersama (co-chair) COVAX.

    Kedua menteri juga membahas kerja sama bilateral yang kuat di sektor kesehatan antara Inggris dan Indonesia. Kolaborasi diperluas hingga mencakup Inggris yang mendukung kemampuan pengurutan genom Indonesia melalui pelatihan dan teknologi informasi.

    Institut Eijkman sudah memiliki hubungan dengan Universitas Oxford. Ada potensi kerja sama berkembang lebih banyak lagi.

    Nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada 2020 telah meningkatkan kerja sama antara Inggris dan Indonesia di bidang telemedicine. Sektor ini menjadi amat bermanfaat selama pandemi.

    Menlu Inggris mengatakan mengalahkan pandemi menjadi upaya global yang membutuhkan inovasi, kemitraan, dan determinasi. Inggris dianggap memimpin dalam hal ini.

    Raab menyebut Inggris berkomitmen memberikan £1,3 miliar (Rp26 triliun) untuk mengakhiri pandemi ini sesegera mungkin. Selain itu, ada dana £829 juta (Rp16,5 triliun) untuk pengembangan dan pendistribusian vaksin baru, perawatan, serta tes.

    "Itu termasuk donasi senilai £548 juta untuk inisiatif COVAX, yang diketuai bersama oleh Menlu Indonesia Retno Marsudi yang saat ini mendistribusikan vaksin guna menyelamatkan nyawa di Indonesia termasuk mereka yang paling membutuhkannya seperti petugas tenaga kesehatan, lansia, dan masyarakat biasa lainnya," terang Raab.

    Sementara itu, Menkes Budi mengungkapkan pandemi tidak dapat diakhiri bila hanya satu negara yang bertindak sendiri. Kolaborasi yang baik dan kuat dari semua negara diperlukan.

    "Vaksinasi merupakan salah satu cara untuk mengatasi pandemi covid-19. Vaksinasi sudah dimulai sejak Januari 2021 untuk kelompok prioritas warga negara Indonesia. Hari ini, kami memulai vaksinasi untuk semua diplomat dan penduduk asing," ungkap Budi.

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id