Indonesia-AS Sepakati Kerja Sama Senilai USD750 Juta

    M Ilham Ramadhan - 19 November 2020 07:18 WIB
    Indonesia-AS Sepakati Kerja Sama Senilai USD750 Juta
    Ilustrasi kerja sama Indonesia-AS, Presiden Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan Joe Biden di Washington DC pada 27 Oktober 2015. (AFP/Saul Loeb)
    Jakarta: Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menandatangani memorandum of understanding (MoU) pendanaan infrastruktur dan perdagangan senilai USD750 juta. MoU ditandatangani Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk AS Muhammad Lutfi dan Presiden EXIM Bank AS Kimberly Reed.

    "MoU ini akan semakin perkuat kemitraan ekonomi Indonesia-AS dalam upaya memperluas bidang kerja sama investasi serta pengadaan barang dan jasa," kata Lutfi seperti dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 19 November 2020.

    Penandatanganan MoU disaksikan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menkomarives) Indonesia Luhut Pandjaitan. Nilai kerja sama meningkat dari sebelumnya, yakni USD500 juta pada 2017 dan 2018.

    Lutfi menyebut kerja sama ini sebagai bukti hubungan bilateral Indonesia-AS. Kerja sama kedua negara didasari kesamaan nilai dalam mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat kedua negara, memajukan demokrasim, dan stabilitas kawasan.

    Sementara itu, Luhut Pandjaitan optimistis hubungan Indonesia-AS akan meningkat. Sebab, ada beberapa capaian yang telah berhasil diraih dalam kurun waktu terakhir.

    Salah satunya ialah perpanjangan fasilitas Generalized System of Preferences (GSP). Fasilitas tersebut merupakan skema pembebasan tarif masuk bagi 3.500 produk ekspor ke AS.

    Presiden Exim Bank AS Kimberly Reed mengatakan perjanjian kedua negara merupakan capaian yang signifikan. Terutama memperkuat partisipasi AS dalam pembangunan di Indonesia pada sektor energi, infrastruktur, transportasi, teknologi informasi dan komunikasi, pelayanan kesehatan, dan lingkungan.

    "MoU ini mencerminkan betapa pentingnya Indonesia bagi Pemerintah AS," ucapnya.

    MoU itu, kata Kimberly, akan memperluas peluang bagi Indonesia dan AS untuk bekerja sama dalam pengadaan barang dan jasa untuk proyek-proyek pemerintah. Itu juga akan mendorong peluang pengembangan usaha di berbagai sektor seperti infrastruktur, transportasi, energi, infrastruktur rantai pasokan pertambangan, lingkungan hidup, teknologi komunikasi dan informasi, keselamatan dan keamanan, layanan kesehatan, dan informasi geospasial.

    Penandatanganan MoU dilakukan di KBRI Washington, D.C., di sela-sela kunjungan Menkomarives ke AS yang didampingi Wamenlu RI, Wamen BUMN II, dan Staf Ahli Mendag Bidang Hubungan Internasional.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id