AS Terapkan Sanksi Baru untuk 2 BUMN Myanmar

    Fajar Nugraha - 22 April 2021 08:58 WIB
    AS Terapkan Sanksi Baru untuk 2 BUMN Myanmar
    Warga Myanmar menentang kudeta militer dengan lakukan protes. Foto: AFP



    Washington: Amerika Serikat (AS) pada Rabu 21 April 2021 memberlakukan sanksi baru terkait Myanmar. Sanksi ini menargetkan dua perusahaan milik negara dalam serangkaian tindakan hukuman menyusul kudeta militer negara itu dan pembunuhan pengunjuk rasa sejak pengambilalihan.

    Kementerian Keuangan AS dalam sebuah pernyataan mengatakan, mereka memasukkan Myanma Timber Enterprise dan Myanmar Pearl Enterprise ke dalam sanksi. Pihak AS menambahkan bahwa industri mutiara dan kayu adalah sumber ekonomi bagi militer Myanmar.






    "Tindakan hari ini menunjukkan komitmen Amerika Serikat untuk menargetkan saluran pendanaan khusus ini dan mempromosikan pertanggungjawaban bagi mereka yang bertanggung jawab atas kudeta dan kekerasan yang sedang berlangsung," kata Andrea Gacki, Direktur Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri Kementerian Keuangan AS, dalam pernyataan itu, seperti dikutip AFP, Kamis 22 April 2021.

    Myamar kini masih berada dalam krisis sejak kudeta Februari ketika militer merebut kekuasaan dari pemerintahan terpilih Aung San Suu KyiProtes hampir setiap hari dan tindakan keras oleh junta yang menewaskan ratusan orang.

    Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), sebuah kelompok aktivis mengatakan, 738 orang telah dibunuh oleh pasukan keamanan Myanmar sejak kudeta dan 3.300 orang ditahan. Sementara 20 orang lainnya telah dijatuhi hukuman mati dan bersembunyi.

    Washington menanggapi dengan menargetkan pendapatan militer melalui beberapa putaran sanksi.

    Tindakan Rabu membekukan aset bisnis AS dan umumnya melarang orang Amerika berurusan dengan perusahaan yang menurut Kementerian Keuangan bertanggung jawab atas ekspor kayu dan mutiara dari Myanmar.

    Badan Investigasi Lingkungan, sebuah organisasi nirlaba yang mendokumentasikan pelanggaran industri kayu di Myanmar dan di tempat lain, mengatakan bulan ini junta militer sekarang mendapat untung dari ekspor jati melalui Myanma Timber Enterprise.

    Kayu jati itu kadang-kadang diekspor ke Amerika Serikat dan Eropa dan digunakan untuk furnitur mewah dan untuk geladak kapal pesiar kelas atas.


    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id