Sekjen PBB Apresiasi Khusus Peran Indonesia dalam Isu Afghanistan

    Willy Haryono - 25 September 2021 10:30 WIB
    Sekjen PBB Apresiasi Khusus Peran Indonesia dalam Isu Afghanistan
    Sekjen PBB Antonio Guterres menghadiri Sidang ke-76 Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, 23 September 2021. (John Minchillo / POOL / AFP)



    New York: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membahas isu Afghanistan di 18 pertemuan bilateral yang dilakukan dalam dua hari terakhir di sela-sela Sidang ke-76 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. Dari 18 pertemuan itu, salah satunya adalah bersama Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

    Menlu Retno mengatakan, PBB dan sejumlah negara anggotanya memiliki harapan besar terhadap Indonesia, yang selama ini diketahui telah banyak berperan dalam mendukung proses perdamaian di Afghanistan.

     



    "Mengingat rekam jejak Indonesia selama ini, negara seperti Indonesia diharapkan dapat terus memberikan perhatian dan kontribusi agar situasi kemanusiaan di Afghanistan tidak semakin memburuk," ucap Menlu Retno dalam keterangan virtual kepada awak media, Sabtu, 25 September 2021.

    "Peran Indonesia di Afghanistan secara khusus diapresiasi Sekjen PBB. Sekjen mengatakan Indonesia memiliki kredensial untuk berbicara dan melakukan pendekatan dengan semua pihak," sambungnya.

    Dalam pertemuan dengan Guterres, Menlu Retno menyampaikan bahwa Indonesia telah memberikan komitmen bantuan kemanusiaan untuk Afghanistan. Komitmen itu telah disampaikan dalam sebuah konferensi khusus isu Afghanistan yang digelar Sekjen PBB beberapa hari lalu.

    Menurut Menlu Retno, bantuan semacam itu sangat diperlukan Afghanistan agar situasi kemanusiaan di negara tersebut tidak semakin memburuk. Selain soal kemanusiaan, bantuan juga diharapkan dapat memperlancar proses perdamaian di Afghanistan, negara yang kembali dikuasai kelompok Taliban sejak Agustus lalu.

    Selama ini, Indonesia terus membantu Afghanistan dengan memfokuskan pada dua isu utama, yakni kerja sama ulama dan pemajuan perempuan. Menlu Retno pernah mengatakan bahwa kepentingan Indonesia hanyalah satu, yakni "melihat rakyat Afghanistan menikmati perdamaian, sejahtera, dan hak-haknya, termasuk hak perempuan, terpenuhi."

    Baca:  Indonesia Hanya Ingin Melihat Masyarakat Afghanistan Menikmati Perdamaian

    Taliban telah merebut ibu kota Kabul pada 15 Agustus lalu. Setelah kembali berkuasa, Taliban pernah berjanji untuk menjadi lebih moderat, inklusif, dan juga bertekad melindungi hak-hak perempuan.

    Namun sejauh ini, sejumlah pihak masih skeptis terhadap janji tersebut, terlebih setelah Taliban membentuk pemerintahan interim yang semua anggotanya adalah laki-laki.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id