WHO Tegaskan Covid-19 Bukan Pandemi Terakhir

    Willy Haryono - 08 September 2020 10:36 WIB
    WHO Tegaskan Covid-19 Bukan Pandemi Terakhir
    Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto: Fabrice Coffrini/POOL/AFP)
    Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa dunia harus mempersiapkan diri dalam menghadapi pandemi selanjutnya. WHO menilai pandemi virus korona (covid-19) saat ini bukanlah yang terakhir.

    WHO pun menyerukan agar negara-negara global serius dalam berinvestasi ke sektor kesehatan publik.

    "(Pandemi covid-19) ini bukanlah pandemi terakhir," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah konferensi pers di Jenewa.

    "Sejarah mengajarkan kepada kita bahwa wabah dan pandemi adalah bagian dari fakta kehidupan. Namun saat pandemi berikutnya datang, dunia harus siap, jauh lebih siap dari saat ini," sambungnya, dikutip dari laman i24news, Senin 7 September 2020.

    Lebih dari 27,2 juta orang telah terinfeksi covid-19 di kancah global, dan total kematiannya sejauh ini telah menyentuh melampaui 891 ribu berdasarkan data terbaru Johns Hopkins University pada Selasa ini.

    Covid-19 pertama kali muncul di Tiongkok pada akhir 2019, dan kini sudah menyebar ke banyak negara di semua benua.

    Amerika Serikat masih menjadi negara dengan angka kasus dan kematian terbesar akibat covid-19 di level global. Dari data Johns Hopkins University, total infeksi covid-19 di AS telah melampaui 6,3 juta dengan 189 ribu lebih kematian dan 2.333.551 pasien sembuh.

    India berada di posisi kedua usai 'menyalip' Brasil. Saat ini total kasus covid-19 di India telah melewati angka 4,2 juta, sedangkan di Brasil 4,1 juta.

    Saat ini negara-negara global sedang berlomba mengembangkan vaksin covid-19. Vaksin dinilai sebagai solusi paling efektif dalam mengakhiri pandemi covid-19.

    Dari banyak vaksin eksperimental covid-19, Sputnik V adalah vaksin pertama yang didaftarkan secara resmi oleh Pemerintah Rusia untuk digunakan secara luas oleh publik. Moskow mengklaim vaksin tersebut sangat aman, meski proses uji klinis Sputnik V belum sepenuhnya selesai.

    Jumat kemarin, WHO meyakini imunisasi massal covid-19 baru dapat terwujud setidaknya pada pertengahan 2021. Pernyataan disampaikan meski Rusia, AS, dan beberapa negara lainnya bertekad untuk segera mengumumkan sebuah vaksin efektif covid-19.

    "Jika dilihat secara realistis, kami meyakini vaksinasi massal belum akan terwujud setidaknya hingga pertengahan bulan depan," sebut juru bicara WHO Margaret Harris di Jenewa.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id