NATO: Racun Buatan Rusia Digunakan terhadap Navalny

    Willy Haryono - 05 September 2020 12:06 WIB
    NATO: Racun Buatan Rusia Digunakan terhadap Navalny
    Sekjen NATO Jens Stoltenberg. (Foto: AFP)
    Brussels: Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) meminta Rusia membuka program pengembangan zat beracun Novichok ke pengawas internasional. Pernyataan disampaikan NATO usai terjadinya kasus keracunan yang menimpa tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny.

    Sekretaris Jenderal Jens Stoltenberg menegaskan bahwa semua negara anggota NATO sepakat mengecam serangan "mengerikan" terhadap Navalny.

    "Ada bukti yang sudah tidak diragukan lagi bahwa Novichok digunakan terhadap Navalny," ujar Stoltenberg, dikutip dari laman BBC, Jumat 4 September 2020.

    Namun Rusia membantah diagnosis adanya Novichok dalam tubuh Navalny, seperti yang telah disebutkan tim dokter di Jerman. Saat ini Navalny masih dirawat di sebuah rumah sakit di Berlin. 

    Berbicara usai rapat darurat NATO, Stoltenberg mengatakan bahwa Kremlin harus "bekerja sama penuh dengan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) dalam investigasi internasional."

    "Kami juga menyerukan kepada Rusia untuk membuka program Novichok secara menyeluruh kepada OPCW," sambungnya.

    Novichok juga disebut-sebut telah digunakan terhadap mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya di Inggris pada 2018. Inggris menuding intelijen Rusia sebagai pihak di balik serangan terhadap Skripal.

    Sebanyak 20 negara telah mengusir lebih dari 100 diplomat dan mata-mata Rusia usai kasus Skripal. Moskow membantah semua tudingan keterlibatan.

    Stoltenberg menekankan bahwa kasus Navalny berbicara dengan Skripal. "Kami meyakini ini adalah pelanggaran hukum internasional, sehingga membutuhkan respons internasional. Tapi saya tidak akan berspekulasi mengenai akan seperti apa respons internasional yang nanti diambil," sebut Stoltenberg.

    Sementara itu di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump menolak mengecam Rusia atas kasus Navalny. Ia menegaskan saat ini belum ada cukup bukti yang dapat memberatkan Rusia.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id