'Tsunami' Covid-19 di Italia Berangsur Surut

    Marcheilla Ariesta - 07 April 2020 20:17 WIB
    'Tsunami' Covid-19 di Italia Berangsur Surut
    Kondisi salah satu lapangan di Venesia, Italia, yang sepi di tengah pandemi covid-19. (Foto: Andrea Pattaro/AFP)
    Roma: Virus korona (covid-19) yang menerjang Italia utara bak gelombang tsunami kini berangsur surut. Namun, Wakil Menteri Kesehatan Pierpaolo Sileri mengatakan, kehidupan di Italia belum akan kembali normal sebelum adanya vaksin covid-19.

    "Tsunami yang melanda Italia utara berangsur surut. Larangan pergerakan warga telah berhasil mencegah (gelombang covid-19) menyebar ke wilayah selatan," tutur Sileri, dilansir dari Sputnik, Selasa 7 April 2020.

    Italia telah melaporkan angka kematian terendah akibat covid-19 dalam dua pekan terakhir. Sementara angka kematian di Spanyol menurun selama tiga hari berturut-turut, dan Prancis juga mencatat jumlah korban yang relatif rendah dalam laporan hariannya.

    Sileri, yang juga pernah terjangkit covid-19, memperingatkan warga Italia untuk selalu berhati-hati jika akan kembali membuka intitusi atau perusahaan mereka. Menurutnya, pihak perusahaan harus bisa menjamin kesehatan dan keselamatan para pekerjanya, seperti menerapkan aturan menjaga jarak dan memakai masker.

    Italia utara, tepatnya di wilayah Lombardy, merupakan episentrum wabah covid-19 di Italia. Lombardy mencatat jumlah kasus covid-19 tertinggi di negara tersebut.

    Dalam upaya menghentikan pandemi covid-19, Italia telah menerapkan kebijakan penutupan wilayah (lockdown) berskala nasional sejak awal Maret. Hingga kini, otoritas Italia masih terus berjuang melawan virus tersebut.

    "Kurva (infeksi covid-19) mulai menurun, dan jumlah kematiannya juga demikian," ujar Silvio Brusaferro, salah satu petinggi otoritas kesehatan Italia. Ia optimistis Pemerintah Italia dapat segera meringankan sejumlah pembatasan pergerakan warga jika tren penurunan ini berlanjut.

    Terlepas dari upaya terbaik mereka, Italia masih tercatat sebagai negara dengan angka kematian tertinggi akibat covid-19, yakni melampaui 16 ribu. Sementara jumlah warga yang terinfeksi covid-19 di Italia kini telah melewati 132 ribu.

    Amerika Serikat telah melampaui Italia sebagai negara dengan jumlah kasus tertinggi. Hingga Selasa petang, Universitas Johns Hopkins mencatat total infeksi covid-19 di AS telah melampaui 368 ribu dengan lebih dari 10 ribu kematian dan 19.919 pasien sembuh.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id