Pertemuan Virtual WHO Diselimuti Krisis AS-Tiongkok

    Fajar Nugraha - 18 Mei 2020 12:29 WIB
    Pertemuan Virtual WHO Diselimuti Krisis AS-Tiongkok
    WHO akan melakukan pertemuan virtual dengan para pemimpin dunia. Foto: AFP
    Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan pada Senin 18 Mei ini akan memulai pertemuan virtual pertamanya. Tetapi ada kekhawatiran bahwa ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok dapat menggagalkan tindakan kuat yang diperlukan untuk mengatasi krisis covid-19.

    Majelis Kesehatan Dunia (WHA), yang telah dipangkas dari tiga minggu biasa menjadi hanya dua hari, Senin dan Selasa, diharapkan untuk fokus hampir hanya pada covid-19. Hingga saat ini, covid-19 hanya dalam hitungan bulan telah menewaskan 315.000 jiwa secara global, dan menginfeksi hampir 4,7 juta.

    Sejumlah kepala negara, kepala pemerintahan, menteri kesehatan, dan pejabat lainnya diperkirakan akan menghadiri pertemuan itu, yang akan dimulai sekitar tengah hari pada hari Senin.

    Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada Jumat, acara tersebut akan menjadi ‘salah satu yang paling penting (WHA) sejak kami didirikan pada 1948’.

    Tetapi peluang untuk mencapai kesepakatan tentang langkah-langkah global untuk mengatasi krisis dapat terancam dengan terus memburuknya hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia atas pandemi.

    Presiden AS Donald Trump pekan lalu mengancam akan memutuskan hubungan dengan Tiongkok, karena perannya dalam penyebaran covid-19, dan telah berulang kali membuat tuduhan yang tidak terbukti bahwa virus tersebut berasal dari laboratorium Tiongkok.

    Dia juga telah membekukan dana untuk WHO atas tuduhan meremehkan tingkat kebahayaan wabah.  Trump juga menilai WHO terlalu menaruh hormat ke Beijing.

    Meskipun ada ketegangan, negara-negara berharap untuk mengadopsi melalui konsensus resolusi yang mendesak tanggapan bersama terhadap pandemi. Resolusi itu, yang diajukan oleh Uni Eropa, menyerukan ‘evaluasi yang tidak memihak, independen dan komprehensif’ dari respons internasional terhadap krisis covid-19.

    “Konsultasi seputar teks berakhir pekan lalu setelah negosiasi sulit,” menurut Nora Kronig, yang mengepalai Divisi Urusan Internasional Kantor Kesehatan Masyarakat Swiss.

    “Setelah beberapa hari, kesepakatan tentatif dicapai untuk menyetujui resolusi. Kesepakatan ini juga menyerukan akses yang lebih adil untuk tes, peralatan medis, perawatan potensial dan kemungkinan vaksin di masa depan,” imbuh Kronig, seperti dikutip AFP, Senin, 18 Mei 2020.


    Ambisius


    Sebuah sumber Uni Eropa memuji rancangan kesepakatan itu sebagai ‘ambisius,’ dan menunjukkan bahwa jika memang disetujui oleh konsensus seperti yang diharapkan, itu akan menandai pertama kalinya sebuah forum global telah mencapai dukungan dengan suara bulat untuk sebuah teks tentang tanggapan covid-19.

    Sumber itu mengatakan negara-negara tidak menghindar dari topik pelik. Ini termasuk seruan untuk lebih banyak reformasi WHO setelah menentukan bahwa kapasitasnya "terbukti tidak cukup untuk mencegah krisis sebesar ini".

    Resolusi itu juga menyerukan WHO untuk bekerja sama dengan lembaga-lembaga internasional dan negara-negara lain untuk mengidentifikasi sumber hewan dari virus dan mencari tahu bagaimana virus itu pertama kali menyebar ke manusia.

    Sementara para diplomat sepakat secara prinsip mengenai rancangan resolusi itu, para pengamat menyuarakan keprihatinan bahwa dalam suasana politisasi saat ini, beberapa negara mungkin masih memilih untuk melanggar konsensus minggu depan.

    "Harapan saya adalah bahwa kita akan dapat bergabung dalam konsensus," kata Duta Besar AS untuk PBB di Jenewa Andrew Bremberg, Jumat pekan lalu.

    AS dan Eropa berselisih mengenai akses vaksin di masa depan. Sementara Washington juga menuduh Tiongkok berusaha mencuri penelitian imunisasi AS.

    Tidak hanya itu, Washington juga memimpin sejumlah negara dalam menuntut agar WHO mengakhiri pengecualian terhadap Taiwan. Mereka menginginkan Taiwan diberikan akses ke majelis sebagai pengamat.


    Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).




    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id