Brasil Masuk Empat Besar Negara Terparah Dilanda Covid-19

    Willy Haryono - 17 Mei 2020 10:22 WIB
    Brasil Masuk Empat Besar Negara Terparah Dilanda Covid-19
    Presiden Brasil Jair Bolsonaro. (Foto: AFP)
    Brasilia: Jumlah kasus virus korona (covid-19) di Brasil terus melonjak dan kini telah melewati Spanyol dan juga Italia. Hingga Minggu 17 Mei 2020, total infeksi covid-19 di Brasil telah melampaui 233 ribu dengan 15 ribu lebih kematian dan 89.672 pasien sembuh.

    Saat ini, Brasil menjadi negara terbesar keempat dengan jumlah kasus tertinggi covid-19 setelah Amerika Serikat, Rusia, dan Inggris. Dibanding ketiga negara tersebut, jumlah tes covid-19 di Brasil jauh lebih sedikit.

    Masuknya Brasil ke daftar empat besar dipastikan semakin menekan Presiden Jair Bolsonaro, yang baru saja kehilangan menteri kesehatan keduanya pada Jumat kemarin. Menkes sebelumnya telah dipecat Bolsonaro bulan lalu.

    Kosongnya posisi menkes dikaitkan dengan sikap Bolsonaro yang cenderung menentang rekomendasi pakar kesehatan.Ia merupakan salah satu kepala negara yang menentang kebijakan penguncian wilayah (lockdown) terkait pandemi covid-19.

    Tidak hanya itu, Bolsonaro juga menyerukan penggunaan sebuah jenis obat yang belum teruji efektif dalam menangani covid-19. Seruan itu diduga sebagai penyebab mundurnya menkes kedua Brasil, Nelson Teich.

    Bolsonaro berpendapat lockdown hanya akan memperburuk kondisi perekonomian negara. Ia menyerukan agar tempat-tempat usaha di seantero Brasil dibuka kembali. Sikap tersebut bertentangan dengan kebijakan sejumlah gubernur di Brasil yang menerapkan lockdown dan aturan ketat lainnya.

    Jumlah tes covid-19 di Brasil jauh tertinggi dari beberapa negara Eropa. Menurut Kementerian Kesehatan, Brasil telah memproses hampir 338 ribu sampel tes covid-19 sejak awal pekan ini. Tambahan 145 ribu sampel tes lainnya sedang dianalisis atau menanti giliran.

    Sementara Italia dan Spanyol sama-sama telah memproses sekitar 1,9 juta sampel tes covid-19.

    Kamis kemarin, Bolsonaro meminta Teich mengeluarkan panduan federal terkait pengunaan hidroksiklorokuin untuk mengobati pasien covid-19. Hidroksiklorokuin merupakan salah satu jenis obat anti-malaria yang disebut-sebut ampuh menangani covid-19.
     
    Namun obat itu belum teruji secara klinis karena adanya sejumlah kekhawatiran, termasuk potensi memicu masalah jantung.
     
    "Saya dipilih untuk membuat keputusan, dan keputusan mengenai klorokuin diambil melalui saya," kata Bolsonaro.

    Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id