Ribuan Perempuan Belarusia Desak Mundur Presiden Lukashenko

    Willy Haryono - 06 September 2020 10:29 WIB
    Ribuan Perempuan Belarusia Desak Mundur Presiden Lukashenko
    Ribuan perempuan mengikuti unjuk rasa di Minsk, Belarusia. (Foto: AFP/Sergei Gapon)
    Minsk: Ribuan perempuan berunjuk rasa di sepanjang ruas jalan utama ibu kota Belarusia pada Sabtu 5 September. Mereka mendesak agar Presiden Belarusia Alexander Lukashenko segera mundur dari jabatannya.

    Selain perempuan dalam jumlah besar, unjuk rasa masif di Minsk juga dihadiri kelompok mahasiswa dan juga pendukung hak-hak Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

    Dikutip dari laman India Today, Minggu 6 September 2020, kehadiran kelompok LGBT mengindikasikan semakin meluasnya elemen masyarakat Belarusia yang menginginkan Lukashenko mundur.

    "Kelompok LGBT meminta kebebasan. Kami sudah lelah hidup di bawah kediktatoran, karena kami sama sekali tidak dianggap," kata Anna Bredova, salah satu demonstran.

    Meski aktivitas LGBT bukan merupakan aksi kriminal di Belarusia sejak 1994, stimatisasi terhadap kelompok tersebut masih relatif kuat. Otoritas Belarusia tidak mengizinkan pendaftaran legalitas organisasi LGBT, dan juga melarang adanya pernikahan sesama jenis.

    Menurut catatan organisasi Viasna, sekitar 5.000 perempuan ikut serta dalam demonstrasi terbaru di Minsk. Kepolisian Belarusia mengikuti jalannya unjuk rasa, namun tidak ada satu pun laporan penangkapan seperti dalam beberapa aksi protes sebelumnya.

    Gerakan perempuan di Belarusia menjadi lebih sering terjadi usai keluarnya hasil pemilihan umum pada 9 Agustus lalu. Hasil pilpres menyatakan Lukashenko sebagai pemenang dengan raihan 80,1 persen suara.

    Kubu oposisi menilai Lukashenko berbuat curang, dan aksi protes masif pun berlangsung. Mereka meminta Lukashenko, yang telah berkuasa di Belarusia sejak 1994, untuk segera mundur dari jabatannya.

    Masih di hari yang sama di Minsk, ratusan mahasiswa membentuk rantai manusia dalam memprotes penahanan rekan-rekan mereka oleh otoritas Belarusia. Viasna mengatakan sekitar 20 mahasiswa ditangkap polisi Belarusia dalam sebuah aksi protes mengecam Lukashenko.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id