Trump Tak Terima Diperingatkan Ahli Tentang Pembukaan Ekonomi

    Fajar Nugraha - 14 Mei 2020 09:07 WIB
    Trump Tak Terima Diperingatkan Ahli Tentang Pembukaan Ekonomi
    Presiden AS Donald Trump tetap bersikeras buka perekonomian. Foto: AFP
    Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tetap bersikeras untuk membuka perekonomian negaranya, meskipun diperingatkan oleh pakar penyakit menular Negeri Paman Sam.

    Direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases Dr Anthony Faucu memperingatkan adanya virus korona gelombang kedua, jika tindakan pencegahan yang tepat tidak diambil saat negara dibuka kembali. Hal ini membuat Trump murka.

    Trump mengatakan Dr. Anthony Fauci ‘ingin memainkan semua sisi persamaan’ dalam menanggapi peringatan yang dikeluarkannya selama kesaksian di depan Senat pada Selasa 12 Mei. Trump mengaku terkejut dengan jawaban Fauci kepada Senat.

    "Bagi saya itu bukan jawaban yang bisa diterima, terutama ketika mengenai pembukaa sekolah," kata Trump, seperti dikutip Anadolu, Kamis, 14 Mei 2020

    "Satu-satunya hal yang dapat diterima, adalah profesor, guru. Saya pikir mereka harus santai selama beberapa minggu, lima minggu, empat minggu, siapa tahu? Apa pun itu,” jelas Trump.

    Fauci mengatakan kepada Senat bahwa mungkin ada konsekuensi ‘serius’ jika negara tidak mengikuti pedoman untuk membuka kembali selama pandemi virus korona dan melakukannya terlalu cepat.

    "Kekhawatiran saya adalah bahwa kita akan mulai melihat lonjakan kecil yang mungkin berubah menjadi wabah," katanya ketika Trump terus mendorong gubernur negara bagian untuk segera membuka kembali perekonomian.

    Dia memperingatkan secara khusus bahwa tidak ada jawaban yang jelas tentang bagaimana membuka kembali sistem sekolah yang berbeda di  tiap negara bagian itu. Fauci pun mengatakan tidak mungkin vaksin akan tersedia pada musim gugur.

    Fauci juga memperingatkan "bahkan dalam keadaan terbaik" akan ada peningkatan kasus virus korona.

    "Ini adalah kemampuan dan kemampuan menanggapi kasus-kasus itu dengan identifikasi, isolasi, dan penelusuran kontak yang baik akan menentukan apakah Anda dapat terus maju, ketika Anda mencoba membuka kembali Amerika," kata Fauci.

    Menurut data Universitas Johns Hopkins, Kamis 14 Mei 2020 jumlah kasus positif secara global mencapai 4.343.646. Adapun korban meninggal telah menyentuh angka 297.018 jiwa dan pasien yang sembuh mencapai 1.547.406 jiwa.

    Sementara kasus positif covid-19 di AS mencapai 1.388.936, dengan korban meninggal mencapai 84.106 jiwa. Adapun mereka yang sembuh mencapai 243.430.



    Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id