DK PBB Gelar Pertemuan Darurat Palestina-Israel Besok

    Marcheilla Ariesta - 13 Mei 2021 21:03 WIB
    DK PBB Gelar Pertemuan Darurat Palestina-Israel Besok
    Serangan udara Israel di Gaza. Foto: AFP.



    New York: Tunisia, Norwegia, dan Tiongkok meminta pertemuan darurat atas masalah di Palestina dan Israel kepada Dewan Keamanan PBB. Pertemuan tersebut akan dilaksanakan pada besok, Jumat, 14 Mei 2021.

    "Sesi tersebut akan terbuka untuk umum dan akan mencakup partisipasi Israel serta Palestina," kata para diplomat, dilansir dari AFP, Kamis, 13 Mei 2021.

     



    Dewan mengadakan dua konferensi video tertutup sejak Senin lalu dengan Amerika Serikat, sekutu terdekat Israel. AS menentang adopsi deklarasi bersama, yang menutut mereka tidak akan membantu menurunkan situasi.

    "Tujuan pertemuan terbaru adalah untuk mencoba berkontribusi pada perdamaian dan agar Dewan Keamanan dapat mengekspresikan dirinya dan menyerukan gencatan senjata," tutur seorang diplomat.

    Israel menolak untuk mengizinkan Dewan Keamanan terlibat dalam konflik. Permintaan ini disetujui Washington.

    Baca juga: Aksi Solidaritas Palestina di Luar Negeri Meluas

    Namun, 14 hingga 15 anggota Dewan mendukung adopsi deklarasi bersama pada Rabu pagi. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengurangi ketegangan.

    Sementara itu, AS melihat pertemuan Dewan Keamanan sebagai sebuah pernyataan keprihatinan yang cukup. "Mereka (AS) menyebut pernyataan itu kontraproduktif," imbuhnya.

    Namun, sebagai tanda 'frustasi' setelah AS memblokir pernyataan Dewan Keamanan, empat anggota dari Eropa yakni Norwegia, Estonia, Prancis dan Irlandia, mengeluarkan pernyataan bersama mereka sendiri kemarin.

    "Kami mengutuk penembakan roket dari Gaza terhadap penduduk sipil di Israel oleh Hamas dan kelompok militan lainnya, yang sama sekali tidak dapat diterima," kata mereka.

    "Kami menyerukan Israel untuk menghentikan aktivitas pemukiman pembongkaran dan penggusuran, termasuk di Yerusalem Timur," tulis mereka.

    Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour menerbitkan surat kepada pejabat tinggi organisasi itu pada Rabu lalu. Ia memohon agar DK PBB bertindak dengan segera untuk menuntut Israel menghentikan serangannya terhadap penduduk sipil Palestina.

    "Termasuk di Jalur Gaza," serunya.

    Sementara itu, jumlah korban tewas di Gaza terus meningkat. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan ada total 65 orang tewas, termasuk 16 anak-anak.

    Selain itu, 365 orang dilaporkan terluka akibat memanasnya konflik Israel dan Palestina tersebut.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id