Kritikus Putin Serukan Demo di Jalanan usai Dijebloskan ke Penjara

    Willy Haryono - 19 Januari 2021 08:14 WIB
    Kritikus Putin Serukan Demo di Jalanan usai Dijebloskan ke Penjara
    Alexei Navalny digiring keluar dari sebuah kantor polisi di Khimki, Rusia pada Senin, 18 Januari 2021. (AFP/JIJI)



    Moskow: Tokoh oposisi dan kritikus keras Presiden Rusia Vladimir Putin, Alexei Navalny, menyerukan semua warga untuk berunjuk rasa di jalanan usai dirinya dijebloskan ke penjara untuk 30 hari ke depan pada Senin, 18 Januari 2021. Navalny langsung ditahan polisi begitu tiba di Rusia dari Jerman, meski sejumlah pihak menyerukan pembebasannya.

    Navalny dijebloskan ke penjara usai seorang hakim Rusia memutuskan dilakukannya penahanan prapradilan.




    Perserikatan Bangsa-Bangsa dan negara-negara Barat telah meminta Rusia untuk melepaskan Navalny sebelum adanya putusan dari pengadilan. Beberapa negara menyerukan penjatuhan sanksi baru untuk Rusia.

    Baca:  AS Kecam Penangkapan Kritikus Presiden Rusia

    Pengadilan Rusia mengatakan, penahanan terhadap Navalny dilakukan karena pria 44 tahun tersebut melanggar vonis penjara yang sudah dijatuhkan kepada dirinya. Vonis dijatuhkan saat Navalny sedang tidak ada di Rusia.

    Vonis 3,5 tahun penjara telah dijatuhkan kepada Navalny terkait tuduhan penggelapan dana. Navalny juga menghadapi tiga kasus kriminal lain, yang dianggapnya hanya akal-akalan Moskow dalam membungkam suara oposisi.

    Saat Navalny digiring keluar dari kantor polisi di Khimki, ia meminta para pendukungnya untuk tidak takut meneruskan perjuangan. Sekitar 200 pendukung Navalny berkumpul di luar kantor polisi di tengah cuaca dingin.

    "Jangan takut, turunlah ke jalan. Jangan berunjuk rasa demi saya, tapi demi diri sendiri dan masa depan kalian semua," ujar Navalny dalam sebuah video yang diunggah ke Twitter, dilansir dari laman Metro.us.

    Para pendukung Navalny berencana menggelar aksi protes di seantero Rusia pada Sabtu mendatang. Lebih dari 70 pendukung Navalny dan sejumlah jurnalis ditahan di sejumlah wilayah di Rusia pada Senin kemarin, menurut keterangan grup pemantau OVD-Info.

    Menurut Navalny, perlakuan yang diterima dirinya bersifat ilegal dan merupakan bentuk ketakutan Putin terhadap suara oposisi. Sejauh ini Kremlin belum merespons penahanan Navalny, namun sebelumnya pernah menegaskan bahwa siapapun harus menghadapi hukum jika memang berbuat salah.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id