Komunitas Armenia Berunjuk Rasa di Sejumlah Kota AS

    Willy Haryono - 12 Oktober 2020 16:04 WIB
    Komunitas Armenia Berunjuk Rasa di Sejumlah Kota AS
    Komunitas pemuda Armenia Amerika berunjuk rasa di depan gedung konsulat Turki di Los Angeles, 30 September 2020. (AFP/VALERIE MACON)
    Los Angeles: Komunitas Armenia Amerika berunjuk rasa di sejumlah kota di Amerika Serikat sepanjang akhir pekan kemarin, dengan aksi terbesar berlangsung di Los Angeles. Demonstrasi digelar di tengah berlanjutnya ketegangan antara Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh meski keduanya sudah menyepakati gencatan senjata.

    Jumat kemarin, Armenia dan Azerbaijan menyepakati gencatan senjata temporer yang dimediasi Rusia di kota Moskow. Namun gencatan senjata berlangsung rapuh karena kedua kubu saling menyalahkan adanya "pelanggaran serius terhadap warga sipil."

    Di Los Angeles, ribuan anggota komunitas Armenia Amerika memblokade jalan tol dan juga berunjuk rasa di depan gedung konsulat Turki, negara pendukung Azerbaijan. Sebagian dari mereka juga berdemo di depan gedung konsulat Azerbaiijan serta kantor media CNN dan Los Angeles Times.

    Dikutip dari laman Axios pada Senin, 12 Oktober 2020, Wali Kota Los Angeles Eric Garcetti mengungkapkan dukungannya untuk komunitas Armenia Amerika via Twitter. Ia juga mengunggah sebuah surat untuk Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang sudah ditandatangani sejumlah wali kota di AS.

    Surat itu berisi permohonan kepada Pompeo untuk "memimpin upaya mengembalikan Armenia dan Azerbaijan ke meja perundingan" dan juga "mendorong Turki untuk tidak ikut terlibat."

    Demonstrasi juga berlangsung di Boston. Ratusan anggota komunitas Armenia Amerika sempat menutup arus lalu lintas pada Minggu kemarin, sebelum akhirnya bergerak bersama ke taman Armenian National Park.

    Sementara di New York, puluhan anggota komunitas Armenia Amerika berunjuk rasa di Buffalo pada Sabtu kemarin.

    Wilayah pegunungan Nagorno-Karabakh diakui komunitas internasional sebagai bagian dari Azerbaijan. Namun wilayah tersebut sebagian besarnya dihuni masyarakat etnis Armenia.

    Nagorno-Karabakh sudah diperebutkan Armenia dan Azerbaijan sejak runtuhnya Uni Soviet. Perang memperebutkan Nagorno-Karabakh pernah berlangsung pada 1992-1994. Aksi kekerasan terbaru di wilayah tersebut meletus pada 27 September lalu.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id